Pemerintah Rusia berharap Presiden Amerika Serikat Donald Trump melanjutkan upaya mengakhiri konflik Ukraina, meski Partai Republik kalah telak dalam pemilu sela AS pada Selasa (3/11/2026). Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyampaikan harapan itu pada Rabu (4/11/2026) saat ditanya soal dampak kemenangan Demokrat terhadap dialog Moskow dan Washington.
Mengutip Russia Today, Kamis (5/11/2026), Peskov ditanya wartawan apakah pengambilalihan Kongres AS oleh Partai Demokrat bisa menggagalkan pembicaraan kedua negara.
"Presiden Trump tetap menjabat, dan kami sangat berharap bahwa ia akan melanjutkan upaya perdamaiannya," ujar Peskov. Menurut dia, "telah ada kemajuan, dan putaran perundingan trilateral berikutnya akan segera datang."
Ketika didesak apakah Kongres baru bisa menghalangi inisiatif diplomatik Trump, Peskov menolak berspekulasi. Ia menyebut dinamika politik itu semata urusan dalam negeri Amerika.
Demokrat Kuasai DPR dan Senat
Dalam pemilu sela tersebut, Partai Demokrat merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus Senat AS. Kemenangan itu mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres. Anggota Kongres yang baru akan mulai bertugas pada Januari 2027.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov punya pandangan lebih keras. Pada Rabu, ia menyatakan sikap Moskow terhadap Ukraina tidak akan berubah, apa pun perkembangan politik di AS. Ryabkov juga secara terbuka menilai pendekatan pimpinan Demokrat terhadap Rusia sangat negatif.
Perundingan Trilateral di Abu Dhabi
Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan melanjutkan negosiasi damai di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 10-11 November. Ajudan Presiden Rusia Vladimir Medinsky akan memimpin langsung delegasi Moskow.
Peskov menyebut agenda pembicaraan mencakup jaminan keamanan bersama, dengan rincian yang dibahas secara tertutup. Utusan Khusus AS Steve Witkoff sebelumnya mengatakan pertemuan itu akan berfokus pada deeskalasi dan langkah kemanusiaan.
Dalam wawancara terpisah pada Selasa, Peskov kembali menegaskan posisi Rusia. "Jaminan keamanan hanya bisa bersifat dua arah dan keamanan satu negara tidak boleh mengorbankan negara lain," tegasnya.
Gencatan Senjata Kemanusiaan di Alyoshki
Peskov juga memuji inisiatif kemanusiaan Ibu Negara AS Melania Trump. Melania disebut berperan menengahi gencatan senjata kemanusiaan selama enam hari di Alyoshki, kota garis depan di Wilayah Kherson.
Selama jeda itu, tim kemanusiaan dari Rusia dan Ukraina mengirimkan pasokan penting ke wilayah terdampak. Hampir 800 warga sipil juga berhasil dievakuasi.
Melania dijadwalkan mempertemukan perwakilan Rusia dan Ukraina di Gedung Putih pada Kamis (5/11/2026). Pertemuan itu khusus membahas kelanjutan inisiatif kemanusiaan kedua negara.