Selasa, Januari 27News That Matters

Ragam

Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

Ragam
IndonesiaForward.net — Berbagai temuan arkeologi menempatkan uwi sebagai tanaman pangan yang dibudidayakan lebih awal dibanding padi dalam sejarah Nusantara. Kajian prasejarah Asia Tenggara menunjukkan bahwa pada fase neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia telah mengembangkan sistem pangan berbasis umbi. Arkeolog Australia Peter Bellwood mencatat uwi ditanam bersama sagu, sukun, dan pisang, sementara pertanian padi sawah belum menjadi sistem produksi dominan. Karakter uwi yang adaptif—tidak memerlukan irigasi dan dapat dipanen bertahap—sesuai dengan pola hunian awal masyarakat Austronesia yang belum sepenuhnya menetap. Bukti Situs dan Kronologi Analisis butir pati dari Situs Kendenglembu, Banyuwangi, mengungkap konsumsi uwi bersama berbagai umbi lain....
BINLAT Kediri Jadi Instrumen Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas

BINLAT Kediri Jadi Instrumen Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas

Daerah, Nasional, Ragam
IndonesiaForward.net—Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri meresmikan Pilot Project Pembinaan dan Pelatihan (BINLAT) serta Laboratorium Karakter Jati Diri Bangsa sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia jangka panjang. Program ini dijadwalkan dibuka pada Minggu, 25 Januari 2026. BINLAT diposisikan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya agenda pembangunan manusia berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. BINLAT dirancang menjangkau peserta lintas jenjang, mulai pelajar SMP/MTs, SMA/MA, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Pendekatan ini diharapkan memperluas dampak pendidikan karakter di luar sistem pendidikan formal. Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Sukarn...
Jejak Uwi dalam Sistem Pangan Jawa Pra-Beras

Jejak Uwi dalam Sistem Pangan Jawa Pra-Beras

Ragam
IndonesiaForward.net — Sebelum beras menjadi indikator kesejahteraan nasional, masyarakat Jawa membangun ketahanan pangan berbasis uwi dan umbi-umbian yang adaptif terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Kajian etnohistori menunjukkan bahwa sebelum abad ke-8 M, pola konsumsi masyarakat Jawa tidak bertumpu pada satu komoditas. Uwi tumbuh di ladang kering dan kebun campur tanpa ketergantungan irigasi besar. Sistem ini menjaga stabilitas pangan dalam jangka panjang. Perkembangan sawah irigasi pada masa kerajaan agraris memang meningkatkan produksi beras. Namun data prasasti menunjukkan beras kala itu lebih banyak berfungsi sebagai komoditas politik, ritual, dan upeti. Konsumsi harian masyarakat tetap bertumpu pada umbi-umbian dan palawija. Perubahan struktural terjadi pada abad ke-19 saat...
Uwi Ditinggalkan, Ketahanan Pangan Indonesia Teruji

Uwi Ditinggalkan, Ketahanan Pangan Indonesia Teruji

Ragam
IndonesiaForward.net—Uwi, umbi pangan yang berasal dari Nusantara, pernah menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat. Namun dalam perkembangan sistem pangan modern Indonesia, perannya terus menyusut, sementara negara lain justru menjadikannya bagian penting ketahanan pangan. Sejarah mencatat uwi telah diperdagangkan sejak era Dinasti Liao hingga Dinasti Ming di China. Jalur Selat Malaka menjadi simpul penting distribusi komoditas ini di Asia, menandakan fungsinya sebagai pangan lintas kawasan. Di Indonesia, perubahan pola konsumsi menuju beras secara masif membuat umbi-umbian kehilangan posisi strategis. Uwi yang sebelumnya dibudidayakan berubah menjadi tanaman liar dan jarang masuk perencanaan pangan. Praktik Berbasis Data Di Provinsi Yunnan, China, uwi tetap dibudidayakan secara...
Kontroversi Penyerahan SK di Keraton: Saat Kebijakan Budaya Bertemu Konflik Takhta

Kontroversi Penyerahan SK di Keraton: Saat Kebijakan Budaya Bertemu Konflik Takhta

Daerah, Ragam
indonesiaforward.net - Penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta pada 18/1/2026 berubah menjadi peristiwa kontroversial yang menyedot perhatian publik. Di satu sisi, Fadli Zon membawa mandat negara untuk penyelamatan cagar budaya. Namun di sisi lain, konflik takhta yang belum selesai membuat kebijakan tersebut langsung berhadapan dengan resistensi internal. Singkatnya, kebijakan budaya bertemu langsung dengan persoalan legitimasi tradisi. Momen Penyerahan SK yang Sarat Ketegangan Dalam pembacaan sementara, acara yang seharusnya bersifat administratif justru berlangsung tegang sejak awal. Protes terbuka muncul dari GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, disusul kericuhan saat microphone terputus dan sebagian massa bergerak mende...
Pelurusan Uwi Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan

Pelurusan Uwi Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan

Ragam
IndonesiaForward.net — Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai menghambat pemanfaatan pangan lokal yang berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim. Sejumlah peneliti menegaskan bahwa uwi dan ubi jalar merupakan dua komoditas berbeda. Secara ilmiah, uwi berasal dari genus Dioscorea famili Dioscoreaceae, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea famili Convolvulaceae. Perbedaan ini berpengaruh pada karakter agronomis dan sistem budidaya. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyatakan kekeliruan istilah ini telah lama terjadi di ruang publik. “Uwi sering disebut sebagai ubi dalam berbagai publikasi populer, padahal itu tidak tepat secara taksonomi dan sejarah pangan,” ujarnya dalam diskusi pangan lokal BRIN, Maret 2024. Kesalahan i...
Shiddiqiyyah sebagai Modal Sosial Spiritual Bangsa

Shiddiqiyyah sebagai Modal Sosial Spiritual Bangsa

Nasional, Ragam
IndonesiaForward.net—Jejak Thoriqoh Shiddiqiyyah menunjukkan bagaimana nilai spiritual dapat berfungsi sebagai modal sosial dalam membangun masyarakat. Berakar pada peristiwa Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, ajaran ini menempatkan kejujuran sebagai fondasi iman sekaligus basis perilaku sosial. Isro’ Mi’roj merupakan peristiwa yang menguji kepercayaan umat. Ketika Rasululloh SAW menyampaikan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, respons publik terbelah. Di tengah keraguan itu, Abu Bakar Ash-Shiddiq menyatakan pembenaran tanpa syarat. Sikap tersebut melahirkan gelar Ash-Shiddiq dan menjadi rujukan etika shiddiq dalam Islam. Nilai shiddiq kemudian berkembang sebagai prinsip spiritual yang diwariskan lintas generasi. Pada abad ke-9 M, ajaran ini mencapa...
Diversifikasi Pangan Tersendat, Uwi Tak Pernah Jadi Prioritas

Diversifikasi Pangan Tersendat, Uwi Tak Pernah Jadi Prioritas

Ragam
IndonesiaForward.net — Sejarah kebijakan pangan Indonesia menunjukkan fokus berkelanjutan pada beras, sementara uwi dan pangan lokal lain belum masuk prioritas strategis nasional. Sejak awal kemerdekaan, pangan diposisikan sebagai instrumen stabilitas dan pembangunan. Dalam kerangka tersebut, beras ditetapkan sebagai makanan pokok nasional dan tolok ukur keberhasilan kebijakan pangan. Konsekuensinya, umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.) tidak memperoleh posisi setara. Meski lama dikonsumsi masyarakat Nusantara, uwi tidak terintegrasi dalam sistem produksi, distribusi, dan riset nasional. Akar Historis Kebijakan Kebijakan beras-sentris berakar sejak masa penjajahan Belanda. Pemerintah penjajah menjadikan beras sebagai komoditas strategis untuk mengendalikan produksi desa dan memas...
Paparan Ideologi Non-Pancasila Masih Mengintai Dunia Pendidikan

Paparan Ideologi Non-Pancasila Masih Mengintai Dunia Pendidikan

Ragam
IndonesiaForward.net — Sejumlah riset akademik menunjukkan paparan ideologi non-Pancasila masih ditemukan di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi Indonesia. Temuan ini mendorong penguatan pendidikan Pancasila sebagai bagian dari agenda kebijakan publik jangka panjang. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya mencatat 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila sebagai ideologi negara. Namun, riset tersebut juga menemukan 12,5 persen siswa memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan keyakinan dan pandangan. Data Nasional Berbasis Survei Gamba...
Indonesia Puncaki Optimisme Dunia 2026, Global South Mendominasi

Indonesia Puncaki Optimisme Dunia 2026, Global South Mendominasi

Ragam
IndonesiaForward.net — Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling optimistis di dunia pada 2026 berdasarkan survei global yang dirilis Ipsos. Sebanyak 90 persen responden di Indonesia menyatakan keyakinan bahwa 2026 akan lebih baik dibandingkan 2025. Angka ini melampaui rata-rata global yang berada di level 71 persen. Indonesia unggul dibandingkan negara-negara Amerika Latin dan Asia yang juga mencatat tingkat optimisme tinggi. Survei dilakukan secara daring pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari berbagai negara. Di Indonesia dan Singapura, responden berusia 21–74 tahun. Sementara di Thailand, responden berusia 20–74 tahun, dan di India berusia 18 tahun ke atas. Secara global, penilaian terhadap 2025 cenderung negatif. Seba...