Selasa, Januari 27News That Matters

Internasional

Elit scripta volumus cu vim, cum no vidit prodesset interesset. Mollis legendos ne est, ex pri latine euismod apeirian. Nec molestie senserit an, eos no eirmod salutatus.

Iran Bergejolak, Pezeshkian Tuding AS–Israel, Trump Kirim Sinyal Tekanan Baru

Iran Bergejolak, Pezeshkian Tuding AS–Israel, Trump Kirim Sinyal Tekanan Baru

Internasional
indonesiaforward.net — Yang menarik, gelombang protes di Iran kini bergerak di dua jalur sekaligus. Di jalanan, kemarahan publik terus menyala. Di level global, Amerika Serikat dan Israel kembali disebut-sebut dalam pusaran krisis yang kian sensitif. Pemerintah Iran: Protes Sah, Kerusuhan Bukan Pada titik ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memilih membedakan dua hal. Ia mengakui demonstrasi sebagai hak legal warga. Namun, ia menegaskan kekerasan bukan bagian dari aspirasi rakyat. Menurutnya, pembakaran masjid dan Al-Qur’an adalah tindakan terencana. Ia menuding kelompok perusuh telah dilatih Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel untuk memprovokasi kekacauan. Dalam bahasa sederhananya, negara melihat ada aktor non-domestik yang bermain di balik layar. Akar Masalah: Ekonomi yang Te...
Doktrin Moralitas Trump: Insiden Maduro dan Ancaman Terhadap Greenland

Doktrin Moralitas Trump: Insiden Maduro dan Ancaman Terhadap Greenland

Internasional
indonesiaforward.net - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kegemparan diplomatik global setelah secara terbuka menyatakan bahwa kebijakan luar negerinya kini hanya dipandu oleh "moralitas pribadi" alih-alih hukum internasional. Pernyataan radikal ini muncul sebagai pembelaan atas operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan komando Amerika yang baru saja terjadi. Insiden Maduro: Titik Balik Diplomasi Amerika Tindakan pasukan komando Amerika Serikat yang mengamankan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu lalu telah menjadi katalisator bagi pergeseran arah politik luar negeri Washington. Operasi militer sepihak ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan sebuah negara berdaulat. Namun, alih-alih memberikan klarifik...
Melirik Sejarah Greenland: Alasan Geografis Amerika Ingin Menguasainya

Melirik Sejarah Greenland: Alasan Geografis Amerika Ingin Menguasainya

Internasional
IndonesiaForward.net - Ketertarikan Amerika terhadap Greenland bukanlah fenomena baru, namun kemunculannya kembali di bawah pemerintahan Donald Trump telah membuka kembali diskusi lama mengenai batasan geografis dan politik di Arktik. Sebagai pulau terbesar di dunia dengan status otonomi unik, Greenland kini berada di pusaran perebutan pengaruh global. Evolusi Politik Pulau Terbesar Dunia Greenland secara resmi merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, namun secara geografis letaknya jauh lebih dekat dengan Kanada dan Amerika Serikat. Status otonominya yang diperluas sejak 2009 memberikan kewenangan kepada pemerintah lokal untuk mengelola sebagian besar urusan dalam negeri, kecuali kebijakan luar negeri dan pertahanan yang masih dipegang oleh Kopenhagen. Dengan luas mencapai 2,16 juta k...
Maduro Ditangkap, Arah Kebijakan Mineral Venezuela Dipertanyakan

Maduro Ditangkap, Arah Kebijakan Mineral Venezuela Dipertanyakan

Internasional
IndonesiaForward.net — Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 menambah ketidakpastian kebijakan publik Venezuela, termasuk arah pengelolaan mineral strategis yang selama ini tertahan oleh krisis politik dan sanksi internasional. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan penangkapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum atas dakwaan narco-terrorism dan perdagangan narkotika lintas negara. Pemerintah Venezuela menolak tudingan itu dan menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Pernyataan resmi pertama dari kedua pihak disampaikan pada 3 Januari 2026. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan transparansi proses hukum serta de-eskalasi konflik, dengan menekankan pentingnya stabilitas kawasan bagi pe...
Serangan Hanukkah di Bondi, Australia Fokus Lindungi Publik

Serangan Hanukkah di Bondi, Australia Fokus Lindungi Publik

Internasional
IndonesiaForward.net — Pemerintah Australia memfokuskan perlindungan publik setelah aksi penembakan massal terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Minggu, 14 Desember 2025, pukul 07.47 GMT. Polisi menetapkan serangan yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 29 korban itu sebagai aksi terorisme. Insiden berlangsung saat sekitar 2.000 orang menghadiri Chanukah by the Sea, perayaan terbuka hari pertama Hanukkah komunitas Yahudi Sydney. Polisi New South Wales menyatakan pelaku secara sengaja menargetkan kerumunan. Aparat keamanan menembak mati satu pelaku di lokasi kejadian. Pelaku kedua mengalami luka parah dan kini dirawat dalam kondisi kritis. Sejumlah akses menuju Pantai Bondi ditutup untuk mendukung penyelidikan. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengutuk keras serangan terseb...