Selasa, Juni 2News That Matters

Iran Bergejolak, Pezeshkian Tuding AS–Israel, Trump Kirim Sinyal Tekanan Baru

indonesiaforward.net — Yang menarik, gelombang protes di Iran kini bergerak di dua jalur sekaligus. Di jalanan, kemarahan publik terus menyala. Di level global, Amerika Serikat dan Israel kembali disebut-sebut dalam pusaran krisis yang kian sensitif.

Pemerintah Iran: Protes Sah, Kerusuhan Bukan

Pada titik ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memilih membedakan dua hal. Ia mengakui demonstrasi sebagai hak legal warga. Namun, ia menegaskan kekerasan bukan bagian dari aspirasi rakyat.

Menurutnya, pembakaran masjid dan Al-Qur’an adalah tindakan terencana. Ia menuding kelompok perusuh telah dilatih Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel untuk memprovokasi kekacauan. Dalam bahasa sederhananya, negara melihat ada aktor non-domestik yang bermain di balik layar.

Akar Masalah: Ekonomi yang Tercekik

Namun pada kenyataannya, amarah publik tidak muncul dari ruang hampa. Tekanan ekonomi akibat sanksi “tekanan maksimum” membuat nilai tukar Rial terpuruk. Harga kebutuhan pokok melonjak, sementara ruang gerak ekonomi menyempit.

Protes Iran Dipicu Krisis Ekonomi, Uni Eropa Angkat Suara
Protes Iran Dipicu Krisis Ekonomi, Uni Eropa Angkat Suara

Bersamaan dengan itu, pemerintah mengklaim telah membuka dialog dengan pedagang pasar dan pelaku usaha. Pezeshkian mengatakan kabinet mendengar langsung keluhan mereka dan berupaya menata ulang distribusi subsidi secara lebih adil.

Baca Juga :  Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan Dorong Evaluasi Keamanan Global

Kekerasan di Lapangan Tak Terbantahkan

Di lapangan, situasinya jauh lebih gelap. Farajollah Shooshtari, aktivis sosial dan putra jenderal IRGC, tewas ditembak di Mashhad. Pemerintah menyebut pelaku sebagai perusuh bersenjata.

Di sisi lain, laporan kelompok HAM menyebut korban jiwa akibat penindakan aparat mencapai sedikitnya 116 orang. Angka ini diyakini lebih tinggi, terlebih setelah pemadaman internet membatasi arus informasi.

Internet Diputus, Massa Tetap Turun

Pemutusan jaringan tidak sepenuhnya membungkam protes. Video yang bocor menunjukkan ribuan orang masih memenuhi jalanan Teheran, meneriakkan slogan anti-pemerintah hingga simbol nostalgia era pra-1979.

Tak berhenti di situ, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah dibriefing terkait berbagai opsi strategis. Mulai dari pengerahan kapal induk, serangan siber, hingga operasi informasi untuk menekan Teheran tanpa perang terbuka.

Yang patut dicatat, Israel disebut hanya akan bergerak aktif jika Iran lebih dulu menyerang atau menunjukkan ancaman langsung.