Sabtu, September 12News That Matters

Banjir Jakarta Ganggu Mobilitas Pagi, BMKG Catat Ancaman Hujan Berlanjut di Jabodetabek

indonesiaforward.net – Banjir Jakarta pada Senin pagi berdampak luas pada mobilitas warga. Kemacetan tol, gangguan transportasi umum, dan peringatan BMKG menjadi rangkaian dampak cuaca ekstrem.

Pagi Basah dan Kota yang Melambat

Mengacu pada situasi terkini, hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari Senin (12/1/2026) memicu genangan air di sejumlah titik. Dalam realitas di lapangan, kondisi ini langsung berimbas pada pergerakan warga yang hendak memulai aktivitas pagi.

Secara faktual, kepadatan kendaraan terjadi di ruas Tol Dalam Kota. Titik keluar menuju jalan arteri menjadi lokasi paling terdampak karena genangan air menutup sebagian akses kendaraan.

Tol Padat Akibat Jalan Arteri Tergenang

Menurut Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, kepadatan paling terasa di kawasan Podomoro, Sunter, hingga Rawa Bokor. “Kalau padat itu Podomoro, Sunter, yang keluar-keluar itu karena arterinya banjir, jadinya dia padat di tol,” kata dia.

Banjir Meluas, Akses Rawa Bokor Ditutup
Banjir Meluas, Akses Rawa Bokor Ditutup

Yang jadi sorotan, genangan di Rawa Bokor mencapai ketinggian 60 cm. Akibatnya, akses keluar dari Tol Cengkareng ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan menuju bandara. Dalam praktiknya, penutupan ini memicu antrean kendaraan di ruas tol utama.

Baca Juga :  Banjir Sumatera: Ketika Bantuan Korban Memasuki Fase Paling Menentukan

Transportasi Umum Terimbas

Pada saat yang sama, layanan Transjakarta ikut terdampak. Sejumlah rute dihentikan sementara, termasuk Koridor 10 PGC–Tanjung Priok yang dipersingkat hingga Cempaka Putih.

Tak hanya itu, berbagai rute Mikrotrans juga tidak dapat beroperasi karena genangan air di jalur layanan. Dampaknya terasa langsung bagi warga yang mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas pagi.

BMKG dan Ancaman Cuaca Berkelanjutan

Di sisi lain, BMKG mencatat adanya dinamika atmosfer yang meningkatkan potensi hujan di wilayah Jabodetabek. Peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang dikeluarkan hingga 14 Januari 2026. Banjir Jakarta hari ini dipahami sebagai bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang masih berlangsung dan berpotensi memicu genangan susulan.