Selasa, Juli 28News That Matters

BI Resmikan QRIS di Korea Selatan Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

indonesiaforward.net — Bank Indonesia (BI) memperluas digitalisasi sistem pembayaran nasional melalui peluncuran konektivitas QRIS antarnegara di Korea Selatan pada Rabu, 1 April 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Fokus utama kebijakan ini adalah penguatan Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan pada valuta asing tunai.

Integrasi sistem ini menghubungkan 17 Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Indonesia dengan jaringan SeoulPay dan ZeroPay di Korea Selatan. Mekanisme ini memungkinkan penyelesaian transaksi langsung dalam mata uang Rupiah dan Won tanpa konversi ganda ke dolar AS.

“Implementasi QRIS antar negara antara Indonesia dengan Korea merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sistem pembayaran global yang lebih inklusif,” tegas Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, pada Rabu (1/4/2026).

Data Teknis dan Cakupan Merchant di Korea Selatan

Berdasarkan data operasional per 1 April 2026, wisatawan Indonesia dapat melakukan transaksi di berbagai convenience store seperti CU dan GS25. Selain itu, sistem ini menjangkau pedagang UMKM di kawasan wisata Myeongdong dan Hongdae yang memiliki logo ZeroPay.

Baca Juga :  Laporan Kebijakan LCT: Transaksi Non-Dolar Indonesia Melonjak 163 Persen

Limit transaksi ditetapkan maksimal Rp10.000.000 per transaksi sesuai standar QRIS nasional. Kebijakan ini didukung oleh aplikasi perbankan besar seperti BCA, Mandiri, BNI, hingga dompet digital DANA yang telah memperbarui fitur pindai QR lintas batas.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan bahwa terhubungnya pembayaran QR antarnegara akan meningkatkan pariwisata serta membuka peluang baru bagi dunia usaha. Data tahun 2025 menunjukkan angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mencapai rekor 365.596 orang.

Efisiensi Biaya dan Stabilitas Moneter Regional

“Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry Warjiyo dalam keterangan resminya.

Korea Selatan kini menjadi negara kelima yang bergabung dalam ekosistem QRIS internasional setelah Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Konektivitas ini bersifat bilateral, sehingga wisatawan Korea di Indonesia juga dapat menggunakan aplikasi domestik mereka di merchant lokal.

Sistem ini memberikan kepastian nilai tukar yang lebih kompetitif bagi pengguna dibandingkan penggunaan kartu kredit internasional. Inisiatif ini mempertegas posisi Indonesia dalam memimpin integrasi sistem pembayaran digital yang progresif di kawasan Asia Pasifik. ***

Baca Juga :  Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK: Langkah Strategis Amankan Status Pasar Berkembang