Selasa, Juni 2News That Matters

13 Siswa SMAN 4 Semarang Awali Misi Budaya di 10 Kota Thailand

indonesiaforward.net — Delegasi seni SMAN 4 Semarang (SMAPA) resmi memulai misi diplomasi budaya progresif di Thailand International Folklore Festival 2026 setelah bertolak dari Jakarta pada Sabtu malam, 4 April 2026.

Misi ini melibatkan 13 siswi terpilih yang akan melaksanakan roadshow kebudayaan di 10 kota strategis Thailand selama sembilan hari. Agenda ini bertujuan memperkuat posisi tawar budaya Indonesia melalui seni pertunjukan tradisional Ratoh Jaroe asal Aceh.

Berdasarkan laporan keberangkatan, tim asuhan pelatih Zulfikar ini menargetkan pemulihan reputasi internasional pasca-pandemi. Tercatat, tim SMAPA pernah meraih predikat penampil terbaik tiga kali berturut-turut dalam festival yang diikuti oleh tujuh negara tersebut.

“Ini bukan hanya soal tampil di panggung internasional, tetapi bagaimana anak-anak bisa menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas Indonesia dengan penuh kebanggaan,” tegas Rinayanti Budi Harpeningtyas, Guru Pembimbing, Sabtu (4/4/2026).

Pemetaan Roadshow Budaya di Sepuluh Kota Strategis

Jalur diplomasi budaya ini mencakup wilayah Samut Prakan, Bangkok, Saraburi, Lopburi, Korat, Buriram, Surin, Sisaket, Chonburi, hingga Chachoengsao. Pemilihan rute ini memungkinkan penetrasi budaya Indonesia ke berbagai lapisan masyarakat di wilayah tengah hingga perbatasan Thailand.

Baca Juga :  Ramadan dan Ndalem Pojok Perkuat Karakter Pelajar Kediri

Tari Ratoh Jaroe dipilih karena memiliki karakteristik gerakan cepat dan dinamis yang merepresentasikan semangat religius serta filosofi kebersamaan. Persiapan teknis telah dilakukan melalui latihan disiplin ketat guna menjamin sinkronisasi visual yang maksimal di setiap panggung.

Data partisipasi menunjukkan bahwa festival ini merupakan ruang kolaborasi strategis antarbangsa. Dukungan dari berbagai pihak seperti Bank Jateng, AICE, hingga institusi pendidikan di Jawa Tengah menjadi fondasi operasional bagi keberangkatan delegasi siswa tersebut.

Investasi Karakter Melalui Diplomasi Seni Internasional

“Kami membawa semangat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Ratoh Jaroe, agar semakin dikenal dunia,” ungkap perwakilan penari, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin.

Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mencetak generasi muda yang memiliki wawasan global namun tetap berakar pada identitas nasional. Keberhasilan navigasi budaya di 10 kota ini akan menjadi indikator capaian prestasi internasional bagi pendidikan di Kota Semarang.

Misi budaya SMAN 4 Semarang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan soft power Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Langkah progresif 13 siswi ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu menjadi jembatan diplomasi yang efektif dan berkelanjutan. ***

Baca Juga :  Evaluasi Kebijakan dan Kepastian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Pati