Minggu, April 19News That Matters

Tag: Pancasila

Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral Sejak Penjajahan

Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral Sejak Penjajahan

Nasional
IndonesiaForward.net — Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan kurikulum tidak pernah lahir dalam ruang netral. Sejak masa penjajahan hingga era globalisasi, kurikulum selalu disusun dalam relasi kekuasaan yang membentuk orientasi berpikir dan arah pembangunan sumber daya manusia. Pada masa penjajahan Belanda, kurikulum dirancang untuk menopang kepentingan administratif kolonial. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS membuka akses terbatas bagi pribumi dengan isi pembelajaran yang disesuaikan kebutuhan birokrasi. Pendidikan tidak diarahkan untuk membangun kapasitas bangsa. Sejarawan pendidikan H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) menyebut sistem pendidikan kolonial dibangun untuk menjaga hierarki sosial. Pendidikan Eropa menjadi standar tertinggi, sementara pendidikan pr...
Pendidikan Indonesia Menghadapi Dominasi Cara Berpikir Global

Pendidikan Indonesia Menghadapi Dominasi Cara Berpikir Global

Nasional
IndonesiaForward.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern bekerja tidak melalui paksaan langsung, melainkan lewat pembentukan cara berpikir dan standar pengetahuan yang diterima sebagai ukuran rasionalitas dan kemajuan. Berbagai kajian pendidikan kritis menempatkan sekolah sebagai medium paling efektif dalam proses tersebut. Pendidikan berlangsung sejak usia dini, berulang setiap hari, dan diterima sebagai rutinitas yang jarang dipertanyakan. Dalam teori hegemoni, dominasi paling stabil justru tercapai ketika nilai luar diterima sebagai akal sehat bersama. Pemikir Italia Antonio Gramsci menegaskan bahwa ideologi bekerja efektif saat diserap secara sukarela oleh masyarakat. Konsep ini diperkuat oleh pemikiran Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis neg...
Kurikulum dan Arus Global: Sekolah di Titik Uji Kedaulatan Nalar

Kurikulum dan Arus Global: Sekolah di Titik Uji Kedaulatan Nalar

Nasional
IndonesiaForward.net—Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah tidak pernah sepenuhnya netral, karena kurikulum kerap dipengaruhi arus ideologi global yang membentuk nalar generasi muda. Sekolah sering dipahami sebagai ruang teknis pembelajaran. Namun kajian pendidikan kritis menempatkan pendidikan sebagai instrumen pembentukan nilai. Akademisi pendidikan Henry A. Giroux menegaskan pendidikan selalu terlibat dalam relasi kekuasaan dan tidak pernah bebas nilai, sebagaimana dijelaskan dalam Theory and Resistance in Education (2001). Jejak Historis Kebijakan Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan dirancang untuk kepentingan administrasi penjajah. Kurikulum berorientasi Eropa menanamkan standar kemajuan yang berpijak pada budaya Barat. Sejarawan pendidikan Universitas Gadjah M...
Paparan Ideologi Non-Pancasila Masih Mengintai Dunia Pendidikan

Paparan Ideologi Non-Pancasila Masih Mengintai Dunia Pendidikan

Ragam
IndonesiaForward.net — Sejumlah riset akademik menunjukkan paparan ideologi non-Pancasila masih ditemukan di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi Indonesia. Temuan ini mendorong penguatan pendidikan Pancasila sebagai bagian dari agenda kebijakan publik jangka panjang. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya mencatat 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila sebagai ideologi negara. Namun, riset tersebut juga menemukan 12,5 persen siswa memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan keyakinan dan pandangan. Data Nasional Berbasis Survei Gamba...
Kekerasan Digital Seret 70 Anak di 19 Provinsi

Kekerasan Digital Seret 70 Anak di 19 Provinsi

Nasional
IndonesiaForward.net—Densus 88 Antiteror Polri mengungkap temuan 70 anak di 19 provinsi yang terlibat komunitas kekerasan bertema true crime di media sosial. Mayoritas anak berusia 11–18 tahun dan terpapar melalui interaksi digital tanpa struktur organisasi yang jelas. Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka menyatakan komunitas tersebut tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, maupun institusi tertentu. Kelompok tumbuh secara sporadis mengikuti perkembangan ruang digital yang mempertemukan minat kekerasan, sensasionalisme, dan jejaring lintas wilayah. “Beberapa grup yang terendus antara lain FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn, dan Anarko Libertarian,” ujar Mayndra di Jakarta, Rabu (7/1/2026). Sebaran wilayah menunjukkan paparan tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 1...