Selasa, April 21News That Matters

Tag: BEI

Libur Imlek 2026, BEI Tutup dan BI Rate Dinanti

Libur Imlek 2026, BEI Tutup dan BI Rate Dinanti

Bisnis
indonesiaforward.net - Libur Imlek 2026 membuat BEI tutup pada 16–17 Februari dan menyisakan 18 hari bursa sepanjang bulan ini. Di tengah kalender perdagangan yang terbatas, pasar menanti keputusan BI Rate 2026 dalam Rapat Dewan Gubernur 18–19 Februari. Perdagangan kembali dibuka pada 18 Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya agenda kebijakan tersebut. Berdasarkan laman resmi Bursa Efek Indonesia, 16 Februari 2026 merupakan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Selanjutnya 17 Februari 2026 diperingati sebagai hari Imlek. Aktivitas bursa dihentikan dua hari. BI Rate 2026 Jadi Poros Perhatian Pasar Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dijadwalkan pada 18–19 Februari 2026. Suku bunga acuan diperkirakan bertahan di level 4,75%. Artinya, hari pertama bursa aktif kembali langsung...
Sistem Bursa Aman, Tapi Mengapa IHSG Anjlok 5% Pagi Ini?

Sistem Bursa Aman, Tapi Mengapa IHSG Anjlok 5% Pagi Ini?

Bisnis
indonesiaforward.net - Kesiapan sistem otomatis Bursa Efek Indonesia (BEI) ternyata tak cukup sakti untuk menahan gelombang aksi jual yang membuat IHSG anjlok 5,07 persen pada perdagangan Senin pagi (2/2/2026). Meskipun operasional bursa diklaim tetap stabil pasca-pergantian direksi, indeks justru terjun bebas ke level 7.904,52 akibat sentimen pasar yang memanas. Sistem Otomatis vs Psikologi Investor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah memberikan jaminan bahwa pergantian pimpinan di BEI tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan. Ia menyebut bahwa sistem internal bursa sudah sangat mapan dan mampu berjalan otomatis tanpa kendala teknis sedikit pun. "Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik, jadi nggak akan ada gangguan di bursa," tutur Purbaya saat menjelaskan me...
Direktur BEI Mundur, Momentum Evaluasi Pasar Modal RI

Direktur BEI Mundur, Momentum Evaluasi Pasar Modal RI

Bisnis
indonesiaforward.net - Direktur BEI Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Keputusan itu disampaikan di tengah gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir serta tekanan eksternal dari kebijakan indeks global. Langkah ini dinilai menjadi momentum penting untuk evaluasi menyeluruh terhadap stabilitas dan tata kelola pasar modal nasional. Pengunduran Diri Direktur BEI di Titik Kritis Pasar Pengunduran diri Direktur BEI terjadi saat pasar modal Indonesia menghadapi tekanan berlapis. Dinamika pasar domestik dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk kebijakan MSCI yang membekukan perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Situasi tersebut menciptakan ketidakpastian dan meningkatkan kehati-hatian ...