
indonesiaforward.net — Langkah media pemerintah Teheran, Hamshahri, merilis daftar 13 pemimpin dunia sebagai target pembalasan memaksa komunitas internasional mengevaluasi kebijakan pertahanan udara pada Senin, 13 Juli 2026.
Publikasi dokumen visual ini menandai babak baru ketegangan diplomatik pasca-tewasnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan udara luar negeri.
Evaluasi Keamanan Wilayah Udara Transnasional
Sikap agresif pemerintah baru Iran didasari oleh tuduhan terhadap keterlibatan logistik negara-negara Eropa yang membuka koridor udara bagi militer sekutu.
Kebijakan pembukaan ruang udara tersebut dianggap Teheran sebagai partisipasi aktif dalam aksi militer yang menewaskan figur pertahanan penting mereka.
“Balas dendam ini adalah tuntutan rakyat kami dan harus dieksekusi,” tulis Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan resminya.
Daftar target ini mencakup kepala pemerintahan sekutu Barat, mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Respon Hukum dan Kecaman Internasional
Negara-negara yang namanya tercantum dalam infografis tersebut memperketat pengamanan perbatasan serta mendalami keabsahan rilis media lokal itu sebagai kebijakan resmi negara.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui pernyataan resmi di platform X mengutuk keras metode propaganda digital yang dinilai melanggar hukum internasional ini.
“Rezim Iran, yang membantai 40.000 warganya sendiri yang menuntut kebebasan, kini menghasut kekerasan terhadap para pemimpin negara-negara demokratis,” tulis rilis resmi tersebut. ***
