Rabu, Juni 3News That Matters

Evaluasi Tata Kelola PBNU Mengemuka: Syuriyah Desak Pengunduran Diri Ketum 

IndonesiaForward.net — Desakan Syuriyah PBNU agar KH Yahya Cholil Staquf mundur, sebagaimana tercantum dalam surat bertanggal 20 November 2025, memunculkan momentum evaluasi tata kelola organisasi. Rapat Harian Syuriyah dihadiri 37 pengurus membahas tiga isu kunci yang relevan dengan tata kelola modern.

Pertama, kecermatan dalam pemilihan narasumber AKN NU yang dinilai memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme Internasional. Prinsip due diligence dalam pemilihan mitra atau narasumber merupakan standar tata kelola yang banyak dianut organisasi besar.

Kedua, pemberhentian seorang fungsionaris yang melanggar peraturan perkumpulan menunjukkan mekanisme kontrol internal berjalan, meski membutuhkan perbaikan sistemik agar lebih transparan.

Ketiga, temuan dugaan pelanggaran tata kelola keuangan menjadi isu paling strategis. Indikasi ancaman terhadap eksistensi badan hukum menandakan perlunya reformasi prosedural dan audit menyeluruh.

Seorang pengurus PBNU membenarkan surat tersebut. “Benar. Tadi malam,” ujarnya (21/11).

Yahya yang dijumpai di Munas XI MUI menegaskan tidak ada pembahasan pemakzulan. Ia menjelaskan pertemuannya dengan Wakil Rais Aam membahas agenda tapak tilas KHR As’ad Syamsul Arifin. (*)

Baca Juga :  Validasi Fakta 7.958 Halaman di Tengah Arus Reformasi