Blokade Selat Hormuz 2026: Ancaman Nyata Defisit Fiskal dan Subsidi Energi
indonesiaforward.net — Krisis keamanan di Selat Hormuz yang memuncak pada 4 Mei 2026 melalui operasi militer Amerika Serikat kini berdampak langsung pada stabilitas fiskal Indonesia akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
Data pasar menunjukkan harga minyak Brent sempat menembus angka 126,41 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi APBN 2026 yang hanya mematok harga di level 70 dolar AS per barel bagi ketahanan domestik.
Situasi ini menempatkan Indonesia pada posisi rentan sebagai net importir minyak, mengingat ketergantungan impor nasional mencapai 65 persen guna memenuhi kebutuhan konsumsi bahan bakar di dalam negeri.
Lonjakan harga energi ini diprediksi akan memicu pembengkakan subsidi energi hingga Rp210 triliun, sebuah angka yang berisiko memperlebar defisit anggaran di tengah ...









