Darurat Kredensial Nasional: 2,8 Miliar Data Bocor Ancam Keamanan Siber 2026
indonesiaforward.net — Skala ancaman siber memasuki fase kritis setelah laporan KELA mendeteksi 2,86 miliar kredensial yang terkompromi secara global, memaksa evaluasi mendalam terhadap kebijakan keamanan data nasional.
Di Indonesia, dampaknya terasa sangat nyata dengan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melaporkan kerugian mencapai Rp2,6 triliun akibat penipuan digital selama periode November 2024 hingga Mei 2025.
CEO KELA, David Carmiel, memperingatkan bahwa metode serangan saat ini telah berevolusi menjadi sangat senyap melalui penggunaan malware infostealer yang sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional.
“Infeksi infostealer dirancang dengan sengaja untuk bersuara rendah dan berumur pendek, artinya dalam banyak kasus tidak ada gejala yang jelas pada perangkat itu sendi...









