Rabu, Juni 3News That Matters

Implementasi QRIS Indonesia-China: Memperkuat Kedaulatan Moneter di Asia

indonesiaforward.net — Pemerintah melalui Bank Indonesia secara resmi telah memulai implementasi soft launching QRIS antarnegara di China pada Kamis, 30 April 2026. Kebijakan strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan otoritas moneter untuk memperluas konektivitas sistem pembayaran nasional sekaligus memperkuat kedaulatan rupiah melalui mekanisme transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Langkah ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang sedang berada di China untuk melakukan transaksi pembayaran ritel menggunakan aplikasi QRIS yang terstandarisasi, tanpa perlu melibatkan mata uang dolar Amerika Serikat sebagai perantara. Integrasi ini melibatkan 24 penyelenggara dari pihak Indonesia serta 19 institusi pembayaran dari China, yang bertujuan menciptakan efisiensi biaya dan kemudahan bagi para pelaku ekonomi lintas batas.

Implementasi QRIS lintas negara ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen kunci dalam mengurangi ketergantungan pada hegemoni dolar AS. Dengan menggunakan skema kuotasi mata uang lokal, risiko nilai tukar dapat ditekan seminimal mungkin. Kebijakan ini juga didukung oleh perjanjian bilateral currency swap antara Indonesia dan China yang nilainya mencapai CNY 400 miliar atau setara US$55,79 miliar.

Baca Juga :  BI Resmikan QRIS di Korea Selatan Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

“Melalui Kerangka Kerja Transaksi Mata Uang Lokal, kami juga ingin meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga, serta memperkuat ketahanan sistem keuangan kami,” tegas Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta (30/04/2026).

Meskipun progresif, data dari masa uji coba (sandboxing) menunjukkan adanya ketimpangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Transaksi inbound dari warga China ke Indonesia mencapai 1,64 juta transaksi senilai Rp556 miliar, sementara transaksi outbound warga Indonesia di China baru mencapai 8.000 transaksi. Hal ini menuntut adanya promosi dan edukasi yang lebih intensif bagi pengguna domestik agar pemanfaatan sistem ini menjadi lebih seimbang.

“Pencapaian penting ini mencerminkan kolaborasi yang kuat dan terus berkembang antara Bank Indonesia dan bank sentral China, serta menjadi langkah maju yang nyata,” tambah Filianingsih dalam sesi penjelasan di Jakarta (30/04/2026).

Bank Indonesia juga telah meresmikan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) secara bersamaan untuk memastikan ekosistem inovasi nasional tetap terjaga, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan siber dan perlindungan konsumen di pasar internasional. Keberhasilan ekspansi ini akan menjadi modal kuat sebelum dilakukannya grand launching secara resmi di Shanghai pada Juni 2026 mendatang.

Baca Juga :  Revolusi Militer 2026: Dominasi AI dan Kapal Selam Otonom Buatan Indonesia

Ke depan, perluasan QRIS antarnegara diproyeksikan akan terus merambah ke negara-negara strategis lainnya seperti India dan Arab Saudi. Upaya internasionalisasi QRIS ini diharapkan mampu menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam sistem moneter global yang lebih adil, transparan, dan mampu memberikan perlindungan ekonomi maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia. ***