Sabtu, Juni 6News That Matters

Eskalasi Perbatasan: Pakistan Deklarasikan Perang Terbuka Lawan Taliban

indonesiaforward.net — Pemerintah Pakistan mengambil langkah kebijakan keamanan paling drastis dengan mengumumkan status “perang terbuka” terhadap rezim Taliban di Afghanistan pada Jumat (27/2/2026). Langkah ini merupakan respons atas meningkatnya insiden keamanan lintas batas dan kegagalan jalur diplomasi dalam meredam aktivitas kelompok militan yang beroperasi di sepanjang Garis Durand.

Keputusan strategis ini diiringi dengan operasi militer udara Pakistan yang menyasar wilayah Kandahar dan Paktika. Islamabad menegaskan bahwa tindakan ini adalah upaya terakhir untuk menjaga integritas kedaulatan nasional dan stabilitas kawasan yang terus terganggu oleh agresi kelompok bersenjata.

Respons Tegas dan Kebijakan Pertahanan

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan bahwa militer Pakistan tidak memiliki pilihan lain selain memberikan jawaban militer yang setimpal. “Kesabaran kita telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka. Sekarang akan ada tindakan yang menentukan,” tulis Asif melalui akun resminya pada hari Jumat. Pernyataan ini menegaskan berakhirnya periode diplomasi lunak antara Islamabad dan Kabul.

Berdasarkan data operasional, Pakistan mengeklaim telah menewaskan 133 pejuang Taliban, sementara dua personel keamanan mereka gugur. Namun, pihak Afghanistan melalui Zabihullah Mujahid menyanggah angka tersebut dan mengeklaim telah memberikan pukulan balik yang menewaskan 55 tentara Pakistan dalam operasi ofensif skala besar di perbatasan.

Baca Juga :  Pelanggaran Protokol Militer Israel di Lebanon Ciderai Gencatan Senjata

Dukungan Internasional untuk Deeskalasi

Menanggapi situasi yang kian memanas, komunitas internasional mulai bergerak untuk mencegah konflik meluas menjadi perang regional. China, sebagai mitra strategis di kawasan, melalui juru bicara Mao Ning menyatakan kesediaannya memainkan peran konstruktif. PBB pun mendesak kedua negara untuk mematuhi hukum humaniter internasional demi melindungi keselamatan warga sipil di zona konflik.

Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyerukan agar Pakistan melakukan introspeksi terhadap kebijakan internalnya daripada memilih jalan kekerasan. Karzai menegaskan bahwa jalan keluar terbaik adalah kembali pada prinsip hubungan bertetangga yang beradab dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara demi kemajuan bersama di Asia Selatan. ***