Minggu, April 19News That Matters

Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

IndonesiaForward.net — Berbagai temuan arkeologi menempatkan uwi sebagai tanaman pangan yang dibudidayakan lebih awal dibanding padi dalam sejarah Nusantara.

Kajian prasejarah Asia Tenggara menunjukkan bahwa pada fase neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia telah mengembangkan sistem pangan berbasis umbi. Arkeolog Australia Peter Bellwood mencatat uwi ditanam bersama sagu, sukun, dan pisang, sementara pertanian padi sawah belum menjadi sistem produksi dominan.

Karakter uwi yang adaptif—tidak memerlukan irigasi dan dapat dipanen bertahap—sesuai dengan pola hunian awal masyarakat Austronesia yang belum sepenuhnya menetap.

Bukti Situs dan Kronologi

Analisis butir pati dari Situs Kendenglembu, Banyuwangi, mengungkap konsumsi uwi bersama berbagai umbi lain. Penelitian Priyatno Hadi Sulistyarto dan Muasomah dari Departemen Arkeologi FIB Universitas Gadjah Mada, dimuat dalam Naditira Widya (2017), menunjukkan bahwa pola subsistensi berbasis umbi telah mapan.

Pertanggalan Situs Kendenglembu berada pada 600–500 cal BP, sementara Situs Rejosari bertanggal 1.300–1.100 cal BP. Data ini memperlihatkan kontinuitas konsumsi umbi sebelum padi sawah berkembang luas.

Baca Juga :  Uwi Dinilai Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Vegeculture dan Transisi Pertanian

Peneliti Balai Arkeologi Medan Andri Restiyadi menyebut praktik vegeculture sebagai fondasi awal pertanian. Umbi ditanam ulang di habitat alaminya dengan teknologi sederhana.

Transisi menuju pertanian padi sawah terjadi bertahap. Temuan arkeologi menunjukkan perubahan ini sebagai proses adaptasi jangka panjang, bukan lompatan mendadak.***