Minggu, April 19News That Matters

Tag: Arkeologi

Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

Ragam
IndonesiaForward.net — Berbagai temuan arkeologi menempatkan uwi sebagai tanaman pangan yang dibudidayakan lebih awal dibanding padi dalam sejarah Nusantara. Kajian prasejarah Asia Tenggara menunjukkan bahwa pada fase neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia telah mengembangkan sistem pangan berbasis umbi. Arkeolog Australia Peter Bellwood mencatat uwi ditanam bersama sagu, sukun, dan pisang, sementara pertanian padi sawah belum menjadi sistem produksi dominan. Karakter uwi yang adaptif—tidak memerlukan irigasi dan dapat dipanen bertahap—sesuai dengan pola hunian awal masyarakat Austronesia yang belum sepenuhnya menetap. Bukti Situs dan Kronologi Analisis butir pati dari Situs Kendenglembu, Banyuwangi, mengungkap konsumsi uwi bersama berbagai umbi lain....
Data Baru Gunung Padang Dorong Revisi Sejarah Awal

Data Baru Gunung Padang Dorong Revisi Sejarah Awal

Ragam
IndonesiaForward.net — Rangkaian temuan terbaru di Gunung Padang mendorong pembacaan ulang sejarah awal peradaban. Petroglif berpola, susunan batu terencana, dan struktur bawah tanah berusia ribuan tahun menguatkan dugaan rekayasa manusia prasejarah berbasis data geofisika dan penanggalan karbon. Peneliti menemukan goresan batu di hampir seluruh teras. Pola berulang dan konsisten ini diidentifikasi sebagai petroglif. Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, menyatakan analisis mengubah asumsi awal.
“Pola dan pengulangannya menunjukkan campur tangan manusia,” ujarnya, Ahad (21/12/2025). Arsitektur Berlapis dan Perencanaan Sekitar satu kilometer dari situs utama, batu andesit lempang di aliran sungai memuat gambar yang diduga merepresentasikan susunan teras. Ukuran d...
Riset 2025 Ungkap Fondasi Teknologi Maritim Nusantara Berusia 40 Ribu Tahun

Riset 2025 Ungkap Fondasi Teknologi Maritim Nusantara Berusia 40 Ribu Tahun

Ragam
IndonesiaForward.net — Penelitian Ateneo de Manila (2025) memberi landasan ilmiah bahwa teknologi pelayaran di Indonesia–Filipina–Timor-Leste sudah mapan 40 ribu tahun lalu. Bukti ini penting bagi desain kebijakan maritim modern karena menunjukkan akar kemampuan navigasi yang dalam. Artefak serat nabati memperlihatkan proses produksi tali, jaring, dan pengikat, yang menjadi prototipe material maritim. Peneliti Riczar Fuentes dan Alfred Pawlik menjelaskan (2025), “Peralatan laut ini mengisyaratkan kebutuhan tali yang kuat dan dirancang khusus.” Bukti penangkapan ikan pelagis besar seperti tuna dan hiu menunjukkan kompetensi melaut jauh dari garis pantai. Secara struktural, ini menegaskan keberadaan perahu organik berengineering tinggi. Pengetahuan tersebut relevan bagi pengembangan ekono...