Rabu, Juli 29News That Matters

Kerusuhan Persipura: Data Kerugian dan Implikasi Kebijakan Publik

indonesiaforward.net — Persipura Jayapura gagal promosi ke BRI Super League 2026/27 setelah kalah 0–1 dari Adhyaksa FC pada final play-off Championship di Stadion Lukas Enembe, Jumat 8 Mei 2026. Gol Adilson Silva di injury time babak pertama memastikan tiket terakhir bagi tim tamu.

Kekalahan ini memperpanjang penantian Persipura untuk kembali ke kasta utama. Klub yang pernah menjadi juara nasional empat kali kini harus menjalani kampanye kelima di kasta kedua.

Data Kerugian dan Korban

Kerusuhan pecah usai peluit akhir wasit Asker Nadjafaliev. Ribuan suporter menyerbu lapangan, merusak fasilitas stadion, dan membakar kendaraan. Data resmi mencatat minimal 20 mobil dan 7 sepeda motor terbakar, termasuk ambulans Brimob.

Satu anggota kepolisian luka akibat lemparan batu. Kamera wartawan dan layar monitor VAR turut dirusak. Kios dan fasilitas umum di sekitar stadion juga dilaporkan rusak.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menegaskan pada 8 Mei 2026 bahwa “Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis”. Aparat menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.

Baca Juga :  Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026 Setelah Kalahkan Jepang

Implikasi Kebijakan Publik

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menegaskan pada 9 Mei 2026 bahwa “Kondisi keramaian dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan dan pembakaran”.

Komite Disiplin PSSI dipastikan menindaklanjuti insiden ini. Berdasarkan Kode Disiplin, klub terancam larangan pertandingan dengan penonton, denda ratusan juta rupiah, hingga penutupan stadion.

Kerusuhan ini menegaskan perlunya kebijakan publik yang lebih kuat dalam pengelolaan pertandingan, pengendalian emosi suporter, serta mekanisme pengawasan wasit. Persipura bukan hanya gagal promosi, tetapi juga menghadapi ancaman sanksi berat yang dapat memengaruhi keberlanjutan kompetisi. ***