Jumat, September 11News That Matters

FTDI 2026 Dorong Reformasi Kurikulum Seni Pertunjukan Berbasis Riset

IndonesiaForward.net — Jurusan Teater ISI Yogyakarta menyelenggarakan Festival Teater Dosen Indonesia pada 25–30 Agustus 2026 untuk mentransformasi riset akademik ke dalam media panggung.

Agenda berbasis kebijakan publik ini menghadirkan keterlibatan akademisi seni guna memperkuat validasi data dan metodologi riset pertunjukan.

Penguatan Asosiasi dan Arsip Pengetahuan Nasional

Ketua Pelaksana FTDI, Dr. Rano Sumarno, M.Sn., menegaskan pentingnya ekosistem terpadu yang menghubungkan gagasan teoritis dengan dokumentasi ilmiah.

“FTDI hadir sebagai ruang temu nasional dosen teater yang mengintegrasikan pertunjukan teater, forum ilmiah, dan publikasi akademik dalam satu ekosistem,” papar Rano pada Rabu (26/8/2026).

Penyelenggaraan ini memproyeksikan pembentukan Asosiasi Pendidik Teater sebagai langkah konkret penyusunan standar baru dalam tata kelola pendidikan seni.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengatasi ketimpangan literatur berbasis praktik yang selama ini membatasi riset teater lokal.

Cara Menjadi Sederhana

Diseminasi Kebijakan Pembelajaran Berbasis Praktik

Pementasan “Cara Menjadi Sederhana” karya Ab Asmarandana dipentaskan pada Rabu (26/8/2026) malam di Theater Arena ISI Yogyakarta dengan pendekatan metateater.

Baca Juga :  Evaluasi Kebijakan Pengawasan Yayasan: Belajar dari Skandal Little Aresha

Karya ini merepresentasikan kritik sosial atas kompleksitas birokrasi dan prosedur modern melalui pembacaan empiris di atas panggung.

Rano menyebutkan bahwa output utama dari rangkaian festival ini adalah keberlanjutan proses pembelajaran di dalam kelas.

“Dan satu hal yang paling bernilai dari event ini adalah terjadinya transformasi ilmu pengetahuan dari dosen pengkarya kepada penonton, terutama mahasiswa,” kata Rano pada Rabu (26/8/2026).

Melalui mekanisme ini, panggung teater resmi berfungsi sebagai laboratorium terbuka untuk mengevaluasi respons sosial dan efektivitas pembelajaran publik.***