Padang, IndonesiaForward.net - Banjir di Padang, Sumatera Barat, merendam sekitar 200 rumah pada Sabtu (10/10/2026) setelah tanggul Sungai Batang Air Dingin jebol diterjang hujan deras. Dua kelurahan terdampak, yakni Lubuk Minturun dan Ulak Karang Utara, dan tidak ada korban jiwa.
Dua Kelurahan Terendam, Genangan Belum Surut
Banjir menggenangi permukiman di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 200 unit rumah terdampak. Hingga kini genangan masih ditemukan di sejumlah titik.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Waktu kejadian | Sabtu, 10 Oktober 2026 |
| Sungai meluap | Batang Air Dingin |
| Wilayah terdampak | Lubuk Minturun dan Ulak Karang Utara |
| Rumah terdampak | Sekitar 200 unit |
| Korban jiwa | Tidak ada (laporan sementara) |
Hujan Deras Dorong Debit Sungai Naik
Data Pos Curahi Hujan DAS Air Dingin mencatat curah hujan 112 mm dalam enam jam. Hujan berintensitas tinggi turun sejak sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB.
Debit Sungai Batang Air Dingin naik signifikan dan memicu kerusakan tanggul. Saat tanggul jebol, air tidak lagi tertahan dan langsung mengalir ke permukiman di sekitarnya.
Pompa Banjir dan Ekskavator Diturunkan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang bergerak cepat. Petugas memantau kondisi lapangan, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan mendata penyebab serta dampak banjir.
Satu unit mobile flood pump atau pompa banjir bergerak dipasang di Ulak Karang Utara. Satu unit crawler excavator juga dikerahkan ke Lubuk Minturun untuk membantu menangani genangan.
"Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi," tegas Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Rencana Permanen, Check Dam, Tanggul, Normalisasi
Kementerian PU telah memasukkan penanganan permanen Sungai Batang Air Dingin ke dalam rencana induk penanganan tahun 2026. Ada tiga pekerjaan utama yang disiapkan.
- Check dam: bangunan pengendali sedimen yang menahan material terbawa arus sungai.
- Tanggul: pembangunan tanggul untuk melindungi permukiman di tepi sungai.
- Normalisasi sungai: penataan alur sungai agar aliran air lebih lancar.
Bagi warga, kabar ini penting karena sungai yang sama bisa kembali meluap setiap hujan lebat datang. Penanganan darurat meredakan genangan hari ini, sedangkan infrastruktur permanen yang menentukan seberapa aman permukiman di musim hujan berikutnya.
Kementerian PU menyatakan akan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.