IndonesiaForward.net - Gangguan keamanan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, berdampak pada sebagian perjalanan penumpang dari Indonesia yang menggunakan penerbangan transit. PT Angkasa Pura Indonesia melalui pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyatakan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah dan Madinah masih beroperasi normal, tetapi sejumlah penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh dan Jeddah dilaporkan dibatalkan.
Situasi tersebut membuat penumpang yang mengandalkan rute transit perlu memeriksa kembali jadwal dan status penerbangan. Gangguan pada satu titik perjalanan dapat memengaruhi penerbangan lanjutan, waktu kedatangan, hingga rencana perjalanan menuju tujuan akhir.
Bandara Riyadh Diserang, Penerbangan Transit Terdampak
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan bahwa penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah tetap berjalan normal di tengah perkembangan keamanan di Riyadh.
Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan langsung ke Riyadh. Sebagian penumpang dari Jakarta menuju ibu kota Arab Saudi tersebut menggunakan penerbangan penghubung, termasuk melalui Dubai.
Pembatalan sejumlah penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh dan Jeddah kemudian memengaruhi penumpang yang sedang menjalani perjalanan transit. Karena kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti situasi keamanan dan kebijakan maskapai, status perjalanan setiap penumpang perlu dipastikan secara langsung kepada operator penerbangan.
Pengelola Bandara Siapkan Bantuan bagi Penumpang
Untuk membantu penumpang yang terdampak, pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Dukungan tersebut mencakup penyediaan makanan ringan, minuman, serta tempat istirahat sementara di lounge karyawan Terminal 3.
Langkah ini ditujukan untuk membantu penumpang menghadapi perubahan perjalanan selama gangguan berlangsung. Namun, bentuk bantuan dan pengaturan penerbangan berikutnya dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing penumpang serta kebijakan maskapai.
Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan ke Arab Saudi disarankan memantau informasi melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara maupun saat menunggu penerbangan lanjutan. Untuk informasi terkait layanan Bandara Soekarno-Hatta, penumpang juga dapat menghubungi pusat kontak InJourney Airports melalui nomor 172.
Laporan Korban di Bandara Riyadh Masih Menjadi Perhatian
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), sebagaimana diberitakan dalam naskah sumber, melaporkan satu orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka-luka dalam insiden di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Korban meninggal disebut berkewarganegaraan Pakistan, sementara para korban luka dibawa ke rumah sakit.
Otoritas terkait juga dilaporkan masih melakukan penilaian terhadap kerusakan material. Sehari sebelumnya, serangan lain di bandara tersebut disebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang terluka. Rincian insiden dan angka korban itu tetap perlu merujuk pada pembaruan resmi otoritas setempat.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi di Yaman berada di balik serangan tersebut dan menyatakan akan memberikan respons tegas. Tuduhan itu merupakan pernyataan pihak koalisi dan tidak boleh diperlakukan sebagai kesimpulan independen tanpa konfirmasi tambahan.
Hal yang Perlu Dilakukan Penumpang dari Indonesia
Bagi penumpang yang bepergian melalui Dubai menuju Riyadh atau Jeddah, langkah terpenting adalah memastikan status setiap segmen penerbangan, bukan hanya jadwal keberangkatan dari Jakarta. Jika penerbangan lanjutan dibatalkan, hubungi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal, pilihan penerbangan pengganti, serta ketentuan akomodasi atau bantuan yang berlaku.
Sementara itu, penumpang dengan penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah tetap perlu memantau pengumuman resmi karena kondisi operasional bisa berubah. Informasi terkini dari maskapai dan pengelola bandara menjadi acuan utama sebelum penumpang mengambil keputusan terkait perjalanan.
Gangguan di Riyadh memperlihatkan pentingnya memeriksa seluruh rangkaian perjalanan, terutama bagi penumpang internasional yang bergantung pada penerbangan penghubung. Kepastian status penerbangan dan komunikasi langsung dengan maskapai dapat membantu mengurangi risiko tertinggal penerbangan lanjutan atau menghadapi perubahan rencana tanpa informasi yang memadai.