
indonesiaforward.net — Pemerintah Kota New York merilis indikator *NYC True Cost of Living* (TCOL) yang mencatat 62 persen populasi kota belum memenuhi batas kecukupan finansial riil.
Laporan berbasis data komprehensif ini memperhitungkan komponen biaya sewa hunian, pangan, kesehatan, hingga layanan pengasuhan anak yang terus meningkat.
Temuan data TCOL tersebut menjadi landasan bagi Wali Kota Zohran Mamdani untuk menolak alokasi kenaikan gaji sebesar 18,2 persen yang disahkan Dewan Kota pada Kamis, 16 Juli 2026.
“Saya belum pernah mengetuk pintu rumah warga New York lalu mendengar mereka mengatakan bahwa masalah mereka adalah wali kota dibayar terlalu kecil,” kata Zohran Mamdani.
Analisis TCOL mengidentifikasi sebanyak 3,58 juta jiwa masuk dalam kategori *missing middle*, yakni kelompok yang tidak terjangkau jaring pengaman sosial namun belum mandiri secara finansial.
Data Pemkot New York menunjukkan adanya defisit pendapatan riil keluarga median mencapai lebih dari 35.000 dolar AS per tahun dari standar batas keamanan ekonomi.
Guna mengatasi beban biaya hidup tersebut, Pemkot New York mengalokasikan investasi modal senilai 22 miliar dolar AS melalui program *Block by Block Housing Plan*.
Program penataan ruang dan efisiensi pejabat publik ini menjadi tolok ukur baru dalam penyesuaian kebijakan fiskal daerah berbasis data kebutuhan riil masyarakat. ***
