
IndonesiaForward.net—BNPB merilis data terbaru per Selasa malam (2/12/2025): 744 meninggal, 551 hilang, lebih dari 2.600 luka-luka, dan 3,3 juta warga terdampak. Sebanyak 1,1 juta mengungsi. Satu lead ini merangkum konteks kebijakan dan skala dampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan akses masih terputus di sejumlah desa. “Saya tidak mengira sebesar ini… Bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya saat meninjau Aek Garoga, Minggu (30/11/2025).
Ia menyampaikan status bencana nasional belum diperlukan karena struktur penanganan daerah masih berjalan. Penjelasan itu ia berikan pada Jumat (28/11/2025).
Pemetaan Dampak dan Kebutuhan Respons
Aceh mencatat 218 korban meninggal, Sumatera Barat 225, dan Sumatera Utara 301. Banyak wilayah belum dapat diverifikasi karena lokasi berada di lembah sungai dan lereng yang tertutup lumpur.
Media internasional menyoroti urgensi mitigasi: Le Monde, The Guardian, dan Reuters pada Rabu (2/12) menggambarkan kehancuran desa-desa yang tersapu arus deras.
Fokus Pemulihan Infrastruktur
Kementerian PUPR mengerahkan 310 personel. Menteri PUPR Dody Hanggodo menyebut 14 jembatan rusak menjadi fokus percepatan pembukaan akses. “Kami fokus membuka akses darurat dulu agar bantuan bisa masuk,” katanya Senin (1/12/2025).
BNPB memastikan distribusi bantuan terkontrol. “Tidak ada yang mengendap,” tegas Suharyanto di Padang.***
