Krisis Selat Hormuz Ancam Stabilitas APBN dan Ketahanan Energi Nasional
indonesiaforward.net — Eskalasi konflik bersenjata di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026) berdampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional seiring melambungnya harga minyak mentah dunia.
Insiden serangan rudal Iran terhadap tiga kapal perang Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan penutupan permanen jalur logistik yang memasok 20 persen energi global tersebut.
Bagi Indonesia, kondisi ini merupakan ancaman serius mengingat struktur APBN 2026 disusun dengan asumsi harga minyak hanya sebesar US$70 per barel.
“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras jika tidak segera menandatangani kesepakatan,” tegas Presiden AS Donald Trump pada 8 Mei 2026.
Lonjakan harga minyak hingga mencapai US$126 per barel berpotensi menyebabkan pem...









