Selasa, Juni 2News That Matters

Tag: Kopdes

Reformasi Ekonomi Desa: Rekrutmen 35.476 Tenaga Ahli Berbasis BUMN

Reformasi Ekonomi Desa: Rekrutmen 35.476 Tenaga Ahli Berbasis BUMN

Ragam
indonesiaforward.net — Kementerian Koordinator Bidang Pangan meluncurkan kebijakan progresif melalui rekrutmen nasional 35.476 personel Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat struktur ekonomi di tingkat basis. Program ini mengalokasikan 30.000 formasi Manajer Koperasi dan 5.476 Pengelola Kampung Nelayan dengan target serapan tenaga kerja terdidik minimal lulusan D3/S1. Langkah ini diambil sebagai respons atas perlunya standardisasi manajemen profesional dalam pengelolaan aset-aset produktif milik desa di seluruh Indonesia. Integrasi Tata Kelola dan Skema Pegawai BUMN Data teknis menunjukkan bahwa para peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan status sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Skema Perjanjian Kerja Waktu...
Efisiensi Fiskal 2026: Anggaran MBG dan Dana Desa Dipastikan Aman

Efisiensi Fiskal 2026: Anggaran MBG dan Dana Desa Dipastikan Aman

Nasional
indonesiaforward.net — Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan postur fiskal nasional menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diambil per Maret 2026 tidak akan menyasar program prioritas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KopDes) dipastikan tetap berjalan dengan alokasi penuh guna menjaga daya beli dan gizi masyarakat. Langkah ini diambil untuk menekan defisit APBN agar tidak melampaui batas 3 persen, terutama karena kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel berisiko memperlebar defisit hingga Rp 6,8 triliun. Pemerintah lebih memilih memangkas Anggaran Biaya Tambahan (ABT) di berbagai Kementerian dan Lembaga daripada m...
Akselerasi Pendapatan Negara Jadi Kunci Mitigasi Risiko Fiskal

Akselerasi Pendapatan Negara Jadi Kunci Mitigasi Risiko Fiskal

Bisnis
indonesiaforward.net — Penguatan struktur fiskal menjadi prioritas utama pemerintah guna merespons dinamika penilaian lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings terkait profil kredit nasional. Dalam tinjauan terbaru, S&P menekankan pentingnya menjaga rasio pembayaran bunga utang agar tetap terkendali. Meskipun Indonesia memiliki rasio utang terhadap PDB yang sehat di angka 40%, peningkatan efektivitas pendapatan negara menjadi metrik krusial untuk memastikan beban bunga tetap berada di bawah ambang batas 15% dari total penerimaan. "Dua perkembangan yang kami pantau dengan sangat cermat adalah kerangka fiskal jangka menengah dan perkembangan pendapatan," kata Rain Yin, analis S&P Global Ratings pada Jumat (27/2/2026). Transformasi Belanja untuk Nilai Tambah Ekonomi Peme...