Kamis, April 16News That Matters

Reformasi Free Float: Prajogo Pangestu Divestasi 764 Juta Saham CUAN

indonesiaforward.net — Pemegang saham pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Prajogo Pangestu, melakukan langkah progresif dengan mendivestasi 764,03 juta lembar sahamnya pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026. Aksi korporasi senilai Rp850,28 miliar ini merupakan respons terhadap kebijakan free float yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga indeks internasional.

Transaksi yang dilakukan sebanyak 18 kali ini menurunkan porsi kepemilikan langsung Prajogo dari 84,09 persen menjadi 83,42 persen. Langkah ini secara teknis menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat guna memperkuat likuiditas perdagangan dan keterinvestasian (investability) emiten di sektor energi tersebut.

Pelepasan saham oleh orang terkaya Indonesia ini menjadi instrumen penting dalam menjaga status pasar modal nasional di mata investor global. Sebelumnya, MSCI sempat mencabut perlakuan khusus bagi emiten Grup Barito karena konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, yang berisiko membatasi akses keluar-masuk modal asing.

Optimalisasi Likuiditas di Tengah Volatilitas Fiskal

Prajogo Pangestu dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 2 April 2026, menegaskan bahwa pelepasan aset ini bertujuan murni untuk pemenuhan regulasi pasar. Penambahan saham publik diharapkan mampu menekan volatilitas harga saham CUAN yang telah terkoreksi lebih dari 50 persen sejak awal tahun 2026.

Baca Juga :  DJP Hapus Sanksi SPT PPh 21 Desember 2025 Dukung Transisi Coretax

“Transaksi dilakukan untuk menambah saham free float,” tulis Prajogo Pangestu dalam laporan resminya yang disampaikan kepada otoritas bursa pada Kamis, 2 April 2026.

Analisis Kebijakan Korporasi dan Stabilitas Pasar

Divestasi ini beriringan dengan kebijakan buyback saham CUAN senilai Rp700 miliar yang dicanangkan sejak 4 Februari 2026 untuk menstabilkan harga di pasar sekunder. Terdapat kontras tajam antara performa harga saham yang melemah dengan realitas kinerja keuangan perusahaan tahun 2025 yang mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan.

Upaya meningkatkan porsi saham publik ini krusial bagi keberlanjutan inklusi emiten Indonesia dalam indeks global yang mensyaratkan likuiditas tinggi. Transparansi dalam struktur kepemilikan saham diharapkan mampu menarik kembali minat investor institusional yang sebelumnya bersikap menunggu akibat rendahnya free float.

Melalui strategi penyeimbangan antara kontrol pengendali dan akses publik, CUAN berupaya menciptakan ekosistem pasar yang lebih matang. Langkah progresif ini menjadi preseden penting bagi emiten besar lainnya di Indonesia untuk memprioritaskan likuiditas demi menjaga integritas dan daya saing pasar modal nasional di kancah internasional. ***

Baca Juga :  Mitigasi Risiko Fluktuasi Harga Minyak Dunia untuk Stabilitas Fiskal 2026