Internasional

Inflasi Amerika Naik 3,7%, Tekanan Politik terhadap Trump Menguat

Gedung Marriner S. Eccles milik Federal Reserve System, Washington D.C., Amerika Serikat
Gedung Marriner S. Eccles milik Federal Reserve System, Washington D.C., Amerika Serikat

Inflasi Amerika Serikat meningkat menjadi 3,7 persen secara tahunan pada September 2026, dipicu lonjakan harga bensin yang memperberat biaya hidup masyarakat menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang. Kenaikan harga tersebut menambah tekanan terhadap Presiden Donald Trump dan Partai Republik, setelah survei Reuters/Ipsos menunjukkan 78 persen warga Amerika menyalahkan kebijakan pemerintah atas meningkatnya harga kebutuhan hidup.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada Rabu, 14 Oktober 2026, menunjukkan inflasi bulanan mencapai 0,6 persen, meningkat dari 0,4 persen pada Agustus. Kenaikan ini menjadi perhatian politik karena biaya hidup merupakan salah satu persoalan utama yang dihadapi pemilih menjelang pemungutan suara.

Inflasi Amerika Membebani Daya Beli Menjelang Pemilu

Lonjakan harga bensin sebesar 9,1 persen pada September menyumbang lebih dari separuh kenaikan bulanan IHK. Konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan biaya energi, sementara tekanan harga juga meluas ke sejumlah barang dan jasa.

Menurut laporan Reuters/Ipsos yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, sekitar 78 persen responden menyalahkan kebijakan Trump, termasuk tarif perdagangan dan konflik di Timur Tengah, atas kenaikan harga yang melampaui pertumbuhan upah. Hasil survei ini mencerminkan persepsi publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, bukan pengukuran langsung kontribusi setiap kebijakan terhadap inflasi.

Tekanan daya beli juga terlihat pada pendapatan pekerja. Rata-rata pendapatan per jam seluruh karyawan turun 0,7 persen secara tahunan pada September, setelah mengalami penurunan 0,3 persen pada Agustus, menurut data yang dikutip Reuters.

Kepala Ekonom Amerika Serikat di AllianceBernstein, Eric Winograd, menilai kenaikan biaya energi menjadi faktor utama yang mengurangi daya beli masyarakat. Ia juga menyoroti kesenjangan kondisi ekonomi yang membuat kelompok masyarakat berpendapatan lebih rendah semakin tertinggal.

Kenaikan Harga Meluas ke Barang dan Jasa

Tekanan inflasi tidak hanya berasal dari bahan bakar. IHK inti, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi, meningkat 0,3 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan pada September, dibandingkan masing-masing 0,3 persen dan 2,4 persen pada Agustus.

Biaya tempat tinggal naik 0,4 persen, sedangkan tarif penerbangan meningkat 1,2 persen. Harga mobil dan truk bekas naik 0,7 persen, sementara mainan meningkat 4,2 persen secara bulanan.

Di sisi lain, indeks harga pangan tidak berubah pada September. Harga bahan makanan yang dikonsumsi di rumah justru turun 0,1 persen, antara lain karena penurunan harga produk susu sebesar 0,9 persen dan telur sebesar 1,3 persen.

Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak dirasakan secara seragam pada setiap kelompok pengeluaran. Namun, kenaikan energi tetap menjadi persoalan penting karena bahan bakar memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang.

Kebijakan Ekonomi Trump Menjadi Sorotan Pemilih

Menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026, kenaikan biaya hidup menambah tantangan bagi Trump dan Partai Republik. Pemilihan tersebut akan menentukan komposisi Kongres Amerika Serikat, sehingga penilaian pemilih terhadap kondisi ekonomi menjadi salah satu isu penting dalam persaingan politik.

Kepala Ekonom Century Foundation, Kyle Moore, menilai ketidakpastian kebijakan pemerintah turut memperburuk tekanan inflasi. Ia juga menyoroti konflik di Iran yang dinilai mengganggu rantai pasokan global.

Meski demikian, data inflasi dan hasil jajak pendapat perlu dibedakan dalam membaca situasi politik. Kenaikan harga memberikan gambaran mengenai tekanan ekonomi yang dihadapi rumah tangga, sedangkan survei menunjukkan bagaimana sebagian besar responden menilai kebijakan pemerintah menjelang pemilu.

Di tengah tekanan tersebut, Administrasi Jaminan Sosial Amerika Serikat mengumumkan penyesuaian biaya hidup sebesar 3,6 persen untuk 2027 yang diperkirakan menguntungkan hampir 72 juta warga. Tunjangan pensiun rata-rata dilaporkan meningkat sebesar US$75 per bulan.