Selasa, April 21News That Matters

BRIN: Pelajaran Seroja Diabaikan, Mitigasi Bencana Tak Jalan

IndonesiaForward.net — Tingginya korban jiwa akibat banjir bandang di Sumatera pada Desember 2025 dinilai menunjukkan kegagalan Indonesia menerjemahkan pelajaran dari Siklon Tropis Seroja 2021 ke dalam kebijakan mitigasi bencana berbasis data dan riset.

Penilaian tersebut disampaikan peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, Yanu Endar Prasetyo, dalam sebuah webinar kebencanaan. Ia menegaskan, siklon tropis merupakan fenomena yang telah lama tercatat dalam dinamika iklim regional.

Siklon tropis ini bukan hal baru. Dari catatan media pada 2021 juga sudah terjadi, tapi kita tidak belajar,” ujar Yanu.

Menurutnya, mitigasi bencana seharusnya menjadi kebijakan preventif yang terintegrasi, bukan sekadar respons darurat. Rekomendasi ilmuwan perlu menjadi rujukan utama pengambilan keputusan.

Yanu menilai pembelajaran dari pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa kebijakan berbasis sains mampu menekan risiko. Namun, pendekatan serupa belum konsisten diterapkan dalam kebencanaan.

Itu harus diakui, karena buktinya kita gagal memitigasi atau mengantisipasi korban jiwa sebanyak itu,” katanya.

Tantangan Tata Kelola Risiko

Data BNPB mencatat, hingga Minggu (14/12/2025), korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.016 jiwa.

Baca Juga :  Pendidikan Rasa Jadi Basis Kebijakan Karakter BINLAT Kediri

Yanu mengkritik paradigma pembangunan yang menempatkan ekonomi sebagai prioritas tunggal. Ketidakseimbangan dengan aspek ekologi dinilai meningkatkan kerentanan penduduk.

Idealnya ekonomi dan ekologi seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, peneliti iklim BRIN, Erma Yulihastin, menegaskan bahwa sistem peringatan dini telah tersedia. Tantangannya adalah memastikan tindak lanjut kebijakan yang cepat dan tepat. “Peringatan dini menjadi kunci utama,” kata Erma.***