Bisnis

IHSG Anjlok 10 Persen ke 5.211 Usai Trading Halt, MSCI Jadi Sorotan

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 10 persen ke level 5.211 saat perdagangan di Bursa Efek Indonesia dibuka kembali pukul 09.30 WIB, Jumat (16/10/2026), seusai penghentian sementara perdagangan (trading halt). Tekanan jual di pasar saham domestik masih tinggi, sementara Morgan Stanley Capital International (MSCI) tengah mengkaji ulang klasifikasi pasar Indonesia.

Trading halt diberlakukan setelah IHSG dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92. Pada saat yang sama, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

Indeks terus tertekan sejak awal sesi pagi. Pukul 09.49 WIB, IHSG berada di level 5.238 atau melemah 10,67 persen.

Level Support yang Disorot Analis

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai koreksi masih bisa berlanjut jika IHSG menembus level support tertentu. Investor diminta tetap waspada.

"Apabila support 5.828 ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut untuk menutup gap di area 5.805-5.744 dan 5.704-5.695, dengan level 5.700 menjadi support psikologis berikutnya. Jika level tersebut turut jebol, IHSG berisiko melemah lebih dalam menuju 5.300, yang merupakan area previous low," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta.

Proposal MSCI soal Status Pasar Indonesia

Dari dalam negeri, sentimen investor tertekan oleh langkah MSCI yang membuka konsultasi kepada pelaku pasar. Lembaga indeks global itu mengkaji ulang klasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market pada seluruh indeks komposit global dan regional yang relevan.

Masukan pelaku pasar diterima hingga 30 April 2027, dan keputusan final diumumkan sebelum 30 Juni 2027. MSCI menegaskan rencana reklasifikasi tetap berjalan, kecuali ada bukti jelas tentang perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar Indonesia.

Perubahan Indeks Dibekukan sejak Januari

Sebelum konsultasi ini, sejak Januari 2026 MSCI sudah membekukan sebagian perubahan indeks saham Indonesia. Kebijakan itu diambil setelah investor menyoroti ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. MSCI menyatakan terus memantau perkembangan reformasi di lantai bursa.