Selasa, Juni 2News That Matters

Dari Cannes ke Kota Tua: Strategi Jakarta Tarik Produksi Film Global

indonesiaforward.net – Pemanfaatan Kota Tua Jakarta sebagai lokasi syuting film internasional yang melibatkan Lisa BLACKPINK menunjukkan arah kebijakan budaya Jakarta yang semakin terukur dan berbasis data. Langkah ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan strategi promosi kota yang selama beberapa tahun terakhir diarahkan ke panggung global, termasuk forum-forum industri film internasional.

Produksi film Extraction: Tygo menjadikan Jakarta, khususnya Kota Tua, sebagai bagian dari lanskap visual global. Artinya, ruang kota Jakarta kini masuk dalam rantai distribusi industri film internasional yang berdampak langsung pada citra dan daya saing kota.

Pendekatan ini menempatkan film sebagai instrumen promosi kota yang efektif dan terukur.

Kebijakan Budaya Berbasis Daya Saing Global

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Experience Board (JXB) mengembangkan pendekatan promosi kota berbasis industri kreatif. Fokusnya bukan hanya pariwisata, tetapi juga positioning Jakarta dalam ekosistem produksi film internasional.

Kota Tua dipilih karena memenuhi tiga indikator utama: nilai visual tinggi, kemudahan pengaturan kawasan, dan dukungan infrastruktur perkotaan. Dengan indikator tersebut, Jakarta dapat bersaing dengan kota-kota lain di Asia Tenggara yang lebih dulu menjadi lokasi favorit produksi global.

Baca Juga :  Data Lintas Selat Hormuz: Iran Beri Respons Positif untuk Kapal Indonesia

Dalam konteks ini, kebijakan budaya tidak lagi bersifat simbolik, melainkan diarahkan pada output ekonomi dan reputasi internasional.

Jejak Promosi dari Festival Film Internasional

Upaya menarik produksi film global telah dilakukan melalui partisipasi Jakarta dalam forum dan pasar film internasional, termasuk jaringan festival film kelas dunia. Di ruang-ruang inilah Jakarta diposisikan sebagai kota dengan lokasi syuting yang aman, fleksibel, dan kompetitif secara biaya.

Pendekatan ini memperlihatkan konsistensi promosi kota yang tidak bergantung pada momentum sesaat, tetapi pada perencanaan jangka menengah.

Kota Tua dalam Rantai Industri Film

Masuknya Kota Tua dalam produksi film internasional menempatkan kawasan tersebut dalam rantai nilai industri film global. Efeknya tidak hanya pada sektor kreatif, tetapi juga pada layanan pendukung seperti transportasi, logistik, dan tenaga kerja lokal.

Dalam praktiknya, Kota Tua berfungsi sebagai aset kota yang dapat dimonetisasi secara berkelanjutan tanpa menghilangkan fungsi publiknya. Pengaturan waktu, zonasi, dan kompensasi menjadi bagian dari desain kebijakan yang disiapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Langkah Strategis Pemerintah dalam Pelindungan Digital Anak di Tengah Gugatan Global

Data sebagai Dasar Promosi Kota

Promosi Kota Tua sebagai lokasi syuting didasarkan pada data kesiapan kawasan, mulai dari aksesibilitas, kapasitas pengamanan, hingga rekam jejak penyelenggaraan acara internasional. Pendekatan berbasis data ini memperkuat kredibilitas Jakarta di mata rumah produksi global.

Dengan kata lain, strategi Jakarta tidak sekadar mengandalkan popularitas figur global, tetapi membangun sistem yang dapat direplikasi untuk produksi berikutnya.