Jumat, April 17News That Matters

Wisata Keheningan Global, Ndalem Pojok Kembangkan Model Edukatif

indonesiaforward.net – Tren wisata keheningan berkembang secara global sebagai respons atas tekanan kehidupan modern dan kepadatan informasi digital. Di Indonesia, pendekatan ini mulai diadaptasi melalui program Wisata Bisu (Hening) Pendidikan Karakter di Situs Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri.

Program ini dirancang dengan keheningan sebagai inti pengalaman. Selama prosesi, peserta menjalani aktivitas tanpa percakapan dan tanpa penggunaan gawai. Pengelola menegaskan bahwa keheningan diposisikan sebagai metode pembelajaran berbasis pengalaman, bukan sekadar pembatas aktivitas wisata.

Praktik wisata keheningan telah diterapkan di berbagai negara. Kuil Zen di Kyoto menawarkan meditasi sunyi, kawasan Siberia dikenal dengan retret kontemplatif, dan Amerika Serikat mengembangkan digital detox tourism untuk memulihkan fokus dan produktivitas.

Pendekatan Berbasis Sejarah Nasional

Wisata Bisu Ndalem Pojok mengembangkan pendekatan yang berbeda dengan menempatkan sejarah sebagai fondasi. Situs ini dikaitkan dengan fase awal kehidupan Soekarno, yang pada masa kecil bernama Kusno. Keheningan dimanfaatkan sebagai medium refleksi untuk memahami proses pembentukan karakter.

Peserta tidak diarahkan mengikuti ceramah panjang. Sebaliknya, suasana hening digunakan untuk mendorong pengalaman reflektif yang memungkinkan pemaknaan personal terhadap nilai kebangsaan dan jati diri.

Baca Juga :  Syekh Muchtar Luncurkan Taubat Bersama Khusus: Inisiatif Literasi Sejarah Bangsa

Dalam pelaksanaannya, pendekatan berbasis frekuensi diterapkan untuk membantu peserta mencapai kondisi fokus dan tenang. Metode ini disebut sebagai elemen pendukung yang memperkuat pengalaman reflektif.

Arah Pengembangan Edukatif

Program Wisata Bisu diarahkan sebagai alternatif pendidikan karakter, khususnya bagi pelajar dan pendidik. Nilai nasionalisme dan Pancasila disampaikan melalui pengalaman langsung yang berbasis kesadaran personal.

Saat ini, program masih dijalankan dalam skala terbatas dengan durasi singkat. Pengelola menyatakan konsep ini terbuka untuk pengembangan lebih lanjut sebagai bagian dari inovasi wisata edukatif dan reflektif di Indonesia.***