Selasa, Juni 2News That Matters

Tag: Kurs

Data Kurs Pajak USD Tekan Pajak Impor

Data Kurs Pajak USD Tekan Pajak Impor

Bisnis
indonesiaforward.net — Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak dolar AS melalui KMK No. 23/MK/EF.2/2026 pada 27 Mei 2026, berlaku hingga 2 Juni 2026. Kurs ini menjadi dasar pelunasan bea masuk, PPN, PPnBM, bea keluar, dan PPh ekspor-impor. Data KMK dan BI menunjukkan tren kenaikan kurs pajak USD sejak Januari 2026. Kurs pajak naik dari Rp16.777 menjadi Rp17.294 pada 6–12 Mei 2026, sementara kurs Jisdor 19 Mei 2026 menembus Rp17.719. Kurs spot 25 Mei 2026 melampaui Rp17.700. "Pelemahan rupiah ini bukan fluktuasi normal, melainkan tekanan struktural," ujar M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, 19 Mei 2026. Dampak Pajak Impor dan Penerimaan Kenaikan kurs pajak meningkatkan beban PPN impor dan bea masuk. Importir menghadapi dilema karena harga jual domesti...
Rupiah Lampaui Asumsi APBN: Urgensi Mitigasi Fiskal di Level 17.500

Rupiah Lampaui Asumsi APBN: Urgensi Mitigasi Fiskal di Level 17.500

Bisnis
indonesiaforward.net — Nilai tukar rupiah mencatatkan depresiasi signifikan hingga menyentuh level Rp 17.519 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, yang merupakan posisi terendah dalam sejarah. Pelemahan sebesar 0,54 persen dalam satu hari ini dipicu oleh ketegangan geopolitik global di Selat Hormuz yang mendorong indeks dolar menguat tajam ke level 98,10. Kondisi ini menciptakan tantangan serius bagi kebijakan fiskal nasional karena posisi kurs saat ini telah melampaui asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN 2026 yang dipatok Rp 16.500. Kesenjangan kurs sebesar Rp 1.000 dari asumsi anggaran berdampak langsung pada kenaikan beban subsidi energi dan pembayaran bunga utang luar negeri yang dikonversi ke rupiah. Akademisi FEB UGM, Rijadh Djatu Winardi, menyoroti fenomena...
Rial Iran Ambruk Ribuan Persen, Krisis Fiskal Kian Menggila

Rial Iran Ambruk Ribuan Persen, Krisis Fiskal Kian Menggila

Bisnis
IndonesiaForward.net - Nilai rial Iran merosot drastis hingga Rabu (14/1) setelah menembus kisaran 1,06 juta IRR per dolar AS dari posisi 42 ribu di awal 2025. Di Teheran, kejatuhan ini memperlihatkan betapa rapuhnya fondasi fiskal negara ketika inflasi sudah mencapai 42 persen dan subsidi energi mulai dipangkas. Krisis ini terjadi di tengah tekanan sanksi internasional yang menekan penerimaan devisa. Anggaran Tertekan, Devaluasi Tak Terbendung Dalam hitungan minggu, rial Iran kehilangan ribuan persen nilainya. Kurs yang sebelumnya 42 ribu IRR per dolar AS kini melonjak lebih dari 1 juta. Lonjakan ini mencerminkan tekanan berat terhadap kas negara, terutama setelah ekspor minyak sebagai sumber utama devisa terus terhambat oleh sanksi. Pemerintah Iran berada di posisi sulit. Di satu si...