Penguatan Perlindungan Siswa Inklusi Pasca Kasus Pengeroyokan SMK Surabaya
indonesiaforward.net — Kasus pengeroyokan yang menimpa AM (16), seorang siswa berkebutuhan khusus di sebuah SMK swasta Surabaya pada Selasa (10/2/2026), menjadi urgensi bagi penguatan sistem keamanan sekolah inklusi. Berdasarkan data kronologis, korban diduga dikeroyok oleh lima siswa setelah mengalami rentetan provokasi di lingkungan sekolah. Insiden ini menyoroti pentingnya protokol perlindungan bagi kelompok rentan di ekosistem pendidikan demi mewujudkan standar sekolah ramah anak.
Dewi, bibi korban, menjelaskan bahwa AM yang merupakan warga Jalan Dinoyo ini sempat diadang oleh rekan sekolahnya berinisial RN di area kamar mandi. Provokasi berlanjut di kelas hingga memicu emosi AM yang kemudian berakhir pada tindakan pengeroyokan fisik saat korban hendak pulang sekolah. Pola kekerasan...
