Selasa, Juni 2News That Matters

Ramadan dan Ndalem Pojok Perkuat Karakter Pelajar Kediri

indonesiaforward.net – Ramadan dan Ndalem Pojok menjadi kerangka pembinaan terstruktur bagi sekitar seratus pelajar SMA, SMK, dan MAN di Kabupaten Kediri melalui program Bimbingan dan Pelatihan Karakter yang digelar Polres Kediri bersama PIPJATBANG.

Kegiatan dipusatkan di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara serta Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kecamatan Wates. Program ini dirancang dengan pendekatan sistematis yang menggabungkan latihan mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan dalam satu rangkaian kegiatan selama Ramadan.

Pendekatan tersebut menempatkan puasa bukan sekadar latar waktu, melainkan bagian dari metode pembinaan.

Desain Pembinaan Berbasis Kegiatan Terstruktur

Polres Kediri dan PIPJATBANG menyusun Binlat dengan tahapan yang jelas. Peserta mengikuti sesi wawasan kebangsaan, pembinaan karakter, serta latihan pengendalian diri dalam suasana Ramadan.

Ketua Harian Situs Soekarno sekaligus Sekjen PIPJATBANG Pusat, R. Kushartono, S.M., menegaskan bahwa Ramadan memberi dimensi tambahan dalam proses pembentukan karakter.

Melaksanakan pembinaan karakter di bulan penuh keberkahan tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun justru melalui puasa, para peserta dilatih mengendalikan diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan kesadaran spiritual,” ujarnya, 24 Februari 2026.

Baca Juga :  Penangkapan Bupati Bekasi, Alarm Tata Kelola Proyek Daerah

Dalam praktiknya, pelajar tidak hanya menerima materi, tetapi menjalani pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab sosial.

Integrasi Lingkungan Historis dan Pembinaan Mental

Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno menghadirkan konteks historis dalam setiap sesi pembinaan. Lingkungan tersebut memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai kebangsaan.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menekankan peran lingkungan dalam membentuk pola pikir generasi muda.

Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter yang baik pula,” tegasnya.

Salah satu peserta, Muhammad Ridho Fajar SW dari SMK Kertanegara Wates, mengakui suasana Ramadan di lokasi tersebut memberi pengalaman yang berbeda.

Awalnya saya kira biasa saja, tetapi ternyata suasananya berbeda. Ada nuansa sakral di rumah Soekarno yang membuat saya merasa lebih menghargai sejarah dan diri sendiri,” ungkapnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kementerian Agama Kabupaten Kediri, serta Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Evaluasi Kebijakan dan Kepastian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Pati