Minggu, April 19News That Matters

JKPHS Usia 46: Spiritualitas Perempuan untuk Ketahanan Bangsa

IndonesiaForward.net — Organisasi perempuan Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) memperingati Hari Lahir ke-46 melalui Tasyakkuran dan Silaturrochmi di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Rabu (24/12/2025). Momentum ini digunakan untuk menegaskan kontribusi perempuan berbasis spiritualitas dalam menjaga ketahanan sosial bangsa.

Rangkaian kegiatan berporos pada pengamalan Do’a Kautsaran yang disusun oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Di dalamnya termuat doa Nabi Ibrahim AS dari Surat Al-Baqarah tentang keamanan dan keberkahan negeri. JKPHS memaknainya sebagai ikhtiar kolektif agar Indonesia tetap rukun dan terhindar dari konflik serta bencana.

JKPHS Harlah ke 46
Tasyakkuran dan Silaturrochmi di Hari Lahir JKPHS ke 46 di di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah – dok OPSHIDMEDIA

Secara operasional, Do’a Kautsaran berfungsi ganda. Pada level individu, ia menjadi sandaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari anggota. Pada level nasional, doa ini diposisikan sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan harmoni kebangsaan.

Data Organisasi dan Program Sosial

JKPHS kini memiliki 112 cabang, 225 anak cabang, 98 ranting, dan 11 anak ranting, termasuk beberapa unit di luar negeri. Pertumbuhan ini mencerminkan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Data Arkeologi Menunjukkan Uwi Lebih Awal dari Padi

Pada Harlah ke-46, JKPHS menyalurkan santunan Rp3 juta kepada 12 fakir miskin. Selain itu, shodaqoh spontan yang terhimpun pada malam acara mencapai lebih dari Rp8 juta.

Tasyakkuran dan Silaturrochmi ibu-ibu JKPHS
Tasyakkuran dan Silaturrochmi ibu-ibu JKPHS – dok OPSHIDMEDIA

Ketua Umum JKPHS Pujiati menyebut usia 46 sebagai fase kemantapan organisasi. Ia menegaskan peran ibu-ibu sebagai pendukung utama perjuangan dan pelestari Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Dengan pendekatan berbasis data dan spiritualitas, JKPHS menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem ketahanan sosial Indonesia. ***