
IndonesiaForward.net — Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar menewaskan 883 orang per Sabtu (6/12/2025). Sekitar 520 warga masih hilang dan lebih dari 4.200 terluka. Lonjakan ini menegaskan urgensi perbaikan sistem mitigasi serta kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem.
Aceh mencatat 325 korban meninggal. Sumut 311 dan Sumbar 200. Jutaan warga terdampak oleh kerusakan rumah, jembatan runtuh, serta gangguan layanan publik. Desa-desa di hulu DAS masih sulit dijangkau.
Pemerintah Kerahkan Sumber Daya
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan evakuasi dan pemulihan dasar.
“Seluruh sumber daya nasional bekerja keras untuk melakukan penanganan,” ujar Prasetyo, Rabu (3/12).
TNI–Polri membuka akses ke kawasan terisolasi. Laporan Reuters (5/12) menunjukkan petugas menembus jalur penuh kayu tumbang dan lumpur.
Respons Logistik
BNPB meningkatkan suplai obat, tenda, dapur umum, dan air bersih. Namun titik-titik yang terputus aksesnya masih membutuhkan distribusi stabil.
Perspektif Kebijakan: Kerusakan Hutan
Data lingkungan menunjukkan deforestasi hulu DAS memperbesar dampak banjir. Para analis menilai perlu integrasi kebijakan rehabilitasi, perlindungan hutan, dan evaluasi izin industri ekstraktif.
Agenda Pemulihan
Pemerintah menyiapkan restrukturisasi infrastruktur dasar, relokasi zona merah, dan penguatan sistem peringatan dini. Kebijakan berbasis data menjadi kunci agar risiko serupa dapat ditekan. ***
