Selasa, April 21News That Matters

Beras Analog Uwi Masuk Agenda Diversifikasi Pangan

IndonesiaForward.net — Beras analog berbahan uwi berkembang sebagai salah satu inovasi pangan non-padi yang dinilai selaras dengan agenda diversifikasi pangan nasional berbasis data riset dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Beras analog merupakan produk pangan tiruan yang dibuat dari bahan selain padi, tetapi dirancang menyerupai beras dalam bentuk dan cara konsumsi. Uwi dipilih sebagai bahan baku karena kandungan pati tinggi dan potensi gizi yang mendukung pembentukan tekstur nasi melalui teknologi pangan.

Pengembangan beras analog uwi diarahkan untuk memperluas pilihan karbohidrat masyarakat tanpa mengubah pola konsumsi secara drastis. Pendekatan ini menempatkan inovasi pangan sebagai bagian dari kebijakan transisi yang terukur.

Basis Riset dan Teknologi

Teknologi ekstrusi menjadi metode utama dalam produksi beras analog uwi. Proses ini mengolah tepung uwi dengan panas dan tekanan untuk membentuk butiran menyerupai beras.

Penelitian Aziza Nur Fitria dari Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa uwi putih dapat diolah menjadi beras analog dengan karakteristik fisik yang stabil. Uji hedonik mencatat tingkat penerimaan tertinggi pada formulasi 50 persen tepung uwi dan 50 persen tepung beras.

Baca Juga :  Pelurusan Uwi Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan

Implikasi Gizi dan Kesehatan

Studi Fadhyl Muhammad Irhab Ra’uf dari IPB University pada 2025 menemukan beras analog uwi memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat pangan tinggi. Fortifikasi dengan tepung kacang-kacangan meningkatkan kadar protein tanpa mengurangi mutu sensori.

Dengan daya simpan yang lebih panjang akibat kadar air rendah, beras analog uwi berpotensi mendukung ketahanan pangan melalui distribusi yang lebih efisien. (*)