Minggu, April 19News That Matters

Revitalisasi Thoriqoh Shiddiqiyyah Perkuat Modal Sosial dan Spiritual Bangsa

indonesiaforward.net — Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berpusat di Losari, Jombang, kini berkembang pesat hingga memiliki 5 juta jemaah di seluruh provinsi sebagai hasil dari revitalisasi silsilah kuno Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dimulai secara sistematis sejak tahun 1959. Gerakan spiritual ini menunjukkan keberhasilan integrasi antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan melalui kebijakan organisasi yang progresif dan terukur bagi jutaan pengikutnya di dalam maupun luar negeri.

Secara faktual, legalitas sejarah tarekat ini didasarkan pada Kitab Barzanji halaman 59 yang mencantumkan nama “Thoriqoh Shiddiqiyyah” sebagai metode zikir orisinal dari Rasulullah saw. Data sejarah dalam Kitab Tanwirul Qulub menunjukkan adanya transformasi identitas nama dari Tayfuriya ke Naqsabandiyah, namun substansi silsilah tetap terjaga. Penemuan kembali identitas asli ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem spiritualitas di Indonesia.

Implementasi Delapan Kesanggupan sebagai Kerangka Karakter

Kebangkitan nama Shiddiqiyyah dipelopori oleh Kiai Muchtar Mukti atau Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi setelah menerima amanat dari Syekh Ahmad Syu’aib Jamali. Sejak saat itu, organisasi ini menerapkan standar kompetensi bagi jemaah melalui “8 Kesanggupan“. Kerangka kerja ini mewajibkan bakti kepada Negara Indonesia dan cinta tanah air sebagai indikator utama kesalehan sosial, selain bakti kepada Allah, Rasul, dan orang tua.

Baca Juga :  Kasus Resbob Soroti Tantangan Tata Kelola Digital

Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun karakter jemaah yang kontributif terhadap stabilitas nasional. Disiplin dalam menghargai waktu dan mengamalkan ajaran secara konsisten menjadi nilai tambah bagi jemaah dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang serba cepat. Hal ini membuat Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak hanya menjadi lembaga zikir, tetapi juga inkubator pembangunan karakter manusia Indonesia yang unggul.

Validasi Silsilah dan Akselerasi Jaringan Global

Wakil Ketua YPS Pusat, Al-Halats Muhidin, dalam paparan resminya pada Februari 2026, menegaskan bahwa kredibilitas organisasi ini bertumpu pada transparansi sanad.

“Kami memastikan bahwa silsilah ajaran ini bersifat muttasil atau tersambung tanpa jeda hingga ke sumber aslinya. Keaslian transmisi ini adalah jaminan mutu bagi seluruh jemaah kami dalam menjalankan praktik spiritual mereka sehari-hari,” ujar Muhidin mengenai akurasi silsilah tersebut.

Capaian jumlah jemaah yang menyentuh angka 5 juta orang menjadi bukti nyata diterimanya model spiritualitas berbasis data sejarah ini oleh masyarakat luas. Dengan pertumbuhan yang terus meningkat di mancanegara, Thoriqoh Shiddiqiyyah mempertegas posisinya sebagai kekuatan spiritual yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan publik global sekaligus tetap setia pada akar tradisi Nusantara yang patriotik. *

Baca Juga :  Pendidikan Rasa Jadi Basis Kebijakan Karakter BINLAT Kediri