Minggu, April 19News That Matters

Pemerintah Perkenalkan Buku Sejarah Nasional, Akademisi Dorong Keterbukaan

IndonesiaForward.net — Kementerian Kebudayaan memperkenalkan buku penulisan ulang sejarah Indonesia dalam 10 jilid pada Minggu (14/12/2025) di Jakarta, bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional. Proyek yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon ini disebut bertujuan memperbarui narasi sejarah berbasis riset mutakhir dan perspektif Indonesia-sentris.

Lebih dari 120 penulis dan editor dari perguruan tinggi serta lembaga riset terlibat dalam penyusunan buku yang mencakup periode prasejarah hingga era kontemporer. Pemerintah menegaskan publikasi ini tidak diposisikan sebagai buku teks tunggal, melainkan sebagai referensi akademik lintas sektor.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan negara tidak mengintervensi isi penulisan. “Sejarah tidak boleh dogmatis. Negara tidak mengatur narasi, yang bekerja adalah para sejarawan dan akademisi,” ujar Fadli saat peluncuran, Minggu (14/12/2025).

Transparansi dan Partisipasi

Sejumlah akademisi menilai keterbukaan proses menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini. Sejarawan Universitas Nasional Andi Achdian mengingatkan risiko dominasi narasi ketika negara memproduksi satu versi sejarah. “Versi lain bisa dianggap menyimpang,” katanya dalam pernyataan, Mei 2025.

Baca Juga :  Audiensi Jombang–Menbud Dorong Kajian Kebijakan Sejarah Bung Karno

Akademisi juga menyoroti pentingnya transparansi metodologi, mekanisme penelaahan sejawat, serta ruang kritik publik agar sejarah nasional tetap dinamis. Pemerintah menyatakan buku ini terbuka untuk evaluasi dan pembaruan.***