Minggu, April 19News That Matters

Prabowo Dorong Kebijakan Lingkungan Adaptif untuk Menghadapi Perubahan Iklim

IndonesiaForward.net — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa perubahan iklim adalah tantangan nyata yang harus direspons dengan kebijakan publik yang adaptif. Dalam kunjungannya ke Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12), ia menekankan peran pemerintah dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi risiko bencana.

Perubahan iklim harus kita hadapi dengan baik, pemerintah harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan,” kata Prabowo. Penegasannya menunjukkan kebutuhan memperkuat kapasitas institusi dalam mitigasi dan adaptasi iklim.

Prabowo meminta pemerintah daerah mengantisipasi perubahan lingkungan secara sistematis, termasuk memperbaiki tata ruang dan memperkuat pemantauan risiko. “Yang di daerah-daerah juga semuanya harus siap menghadapi kondisi perubahan iklim,” ujarnya.

Presiden Prabowo ketika meninjau lokasi banjir di Tapanuli Tengah. (BPMI Setpres)
Presiden Prabowo ketika meninjau lokasi banjir di Tapanuli Tengah. (BPMI Setpres)

Pada Puncak Peringatan Hari Guru 2025, Jumat (28/11), Prabowo menggarisbawahi pentingnya pendidikan lingkungan. “Perlu kita tambah dalam silabus… kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita,” ujarnya. Kebijakan pendidikan berbasis lingkungan disebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk perilaku publik yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Laporan Kepolisian: GAMKI Gugat Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Konflik Poso

Prabowo juga menekankan tindakan konkret seperti pencegahan deforestasi dan pemeliharaan sungai sebagai bagian dari penanganan risiko bencana berbasis ekosistem. “Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon… sungai-sungai harus kita jaga agar bersih,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa perubahan perilaku rumah tangga dalam menjaga lingkungan akan memperkuat keberhasilan kebijakan iklim nasional. Dengan pendekatan itu, pemerintah berharap lahir ekosistem sosial yang lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. (*)