Minggu, April 19News That Matters

Borobudur sebagai Model Rekayasa Terpadu untuk Pembelajaran Teknologi Nusantara

IndonesiaForward.net — Berbagai studi menunjukkan Borobudur dapat menjadi rujukan kebijakan inovasi terkait arsitektur berkelanjutan dan mitigasi bencana. Data Kemdikbud (2013) mencatat pemahatan bukit sebagai fondasi, yang secara fungsional memberi stabilitas jangka panjang di wilayah rawan gempa.

Teknik interlock dua juta balok andesit memperlihatkan prinsip tahan gempa yang dapat diadaptasi untuk riset teknik sipil modern. Relief 1.460 panel dan 504 arca menunjukkan standar kepresisian produksi yang relevan untuk pengembangan kompetensi vokasi.

Sistem drainase internal yang menyalurkan air secara tersembunyi memberi inspirasi desain hunian tropis tahan curah hujan ekstrem. Kawasan Progo–Elo memperkuat pemahaman tentang integrasi bangunan-lanskap.

Borobudur berada dalam cekungan bejana geografi,” ujar Dwita Hadi Rahmi (UGM). Analisis ini selaras dengan pendekatan site planning modern. Orientasi solstis dan Merapi–Sumbing dapat dimanfaatkan untuk riset arkeoastronomi dan navigasi berbasis fenomena alam.

Borobudur, melalui data teknisnya, memberi peluang besar bagi kebijakan inovasi berbasis pengetahuan leluhur. (*)

Baca Juga :  ASDP Prediksi 1,56 Juta Penumpang Menyeberang Saat Lebaran 2026