
indonesiaforward.net — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat implementasi kebijakan ketenagakerjaan berbasis digital melalui aplikasi “Nyari Gawe” yang telah menyerap 518.213 pendaftar hingga 10 April 2026.
Langkah progresif ini diambil untuk merombak sistem rekrutmen tradisional yang selama ini terhambat oleh inefisiensi informasi dan praktik pungutan liar yang merugikan angkatan kerja produktif di wilayah tersebut.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, platform ini berfungsi sebagai instrumen transparansi kebijakan publik yang memberikan akses setara bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lulusan SMA hingga sarjana.
Tingginya antusiasme warga, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 86.000 pengguna baru setiap bulan, menunjukkan besarnya permintaan akan lapangan kerja yang terkelola secara akuntabel oleh negara.
Reformasi Prosedur Rekrutmen dan Proteksi Tenaga Kerja Lokal
Kebijakan ini mengintegrasikan perlindungan bagi pencari kerja melalui penghapusan celah “permainan” antara oknum perusahaan dan pihak ketiga yang sering kali melakukan eksploitasi biaya rekrutmen.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa sistem ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga memiliki hak yang sama atas pekerjaan tanpa diskon upah akibat pungutan ilegal.
Aplikasi ketenagakerjaan Nyari Gawe diluncurkan untuk menghilangkan sistem pungli atau permainan antara HRD, tokoh masyarakat dan calon pekerja. Warga lokal akan menjadi prioritas untuk diterima kerja di pabrik atau perusahaan terdekat, tegas Dedi Mulyadi pada 9 Oktober 2025.
Proteksi bagi warga lokal melalui fitur penempatan terdekat diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga dan menekan angka pengangguran terbuka secara efektif di tingkat daerah.
Analisis Capaian Penyerapan Kerja Sektor Industri Jabar
Berdasarkan laporan evaluasi Disnakertrans Jabar, tantangan utama saat ini adalah sinkronisasi antara profil setengah juta pelamar dengan ketersediaan posisi yang dibuka oleh 71 perusahaan mitra.
Meskipun baru 493 orang yang berhasil ditempatkan secara resmi per April 2026, pemerintah terus mendorong perluasan judul lowongan guna mengakomodasi keberagaman latar belakang keahlian pendaftar.
Ada 337 judul lowongan kerja yang bisa dilamar, mulai chef, telemarketing, staf akunting, hingga dokter umum, jelas Kepala Disnakertrans Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, pada 10 April 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini fokus pada penguatan kerja sama lintas sektoral untuk memastikan keberlanjutan aplikasi Nyari Gawe sebagai solusi permanen dalam bursa kerja digital masa depan. ***
