Sabtu, Juni 13News That Matters

Data 2.232 Rumah Layak Huni Warnai Kemerdekaan Ramadan

indonesiaforward.net – Sebanyak 2.232 unit Rumah Layak Huni telah dibangun hingga 2025 dalam rangkaian kemerdekaan Ramadan yang diperingati setiap 9 Ramadan oleh Thoriqoh Shiddiqiyyah. Angka ini menjadi capaian terukur dari program sosial berbasis komunitas yang dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun.

Program tersebut dikenal sebagai RSKILHS—Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah. Rumah tipe 36 dibangun untuk keluarga duafa dengan biaya per unit sekitar Rp70 juta hingga Rp85 juta. Pembiayaan dihimpun secara mandiri dari jamaah.

Pendekatan berbasis data terlihat dari konsistensi pelaporan jumlah unit yang telah diserahterimakan. Hingga 2025, total 2.232 rumah tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Angka, Standar, dan Distribusi

Setiap unit menggunakan standar tipe 36 sebagai model hunian permanen. Biaya Rp70–85 juta per unit menunjukkan rentang pembiayaan yang relatif seragam.

Jika dihitung secara agregat, ribuan unit tersebut mencerminkan mobilisasi dana yang signifikan. Namun, fokus utama tetap pada keluaran program, yakni rumah yang berdiri dan ditempati penerima manfaat.

Sekretaris Jenderal DHIBRA Pusat, Khoirul Mudzakkir, menyebut pembangunan rumah sebagai “cara unik mensyukuri kemerdekaan,” yang diwujudkan dalam bentuk konkret.

Baca Juga :  Revitalisasi Thoriqoh Shiddiqiyyah Perkuat Modal Sosial dan Spiritual Bangsa

Ramadan sebagai Siklus Implementasi

Setiap 9, 10, hingga 11 Ramadan, doa dan sujud syukur massal digelar. Pada saat bersamaan, agenda pembangunan dan penyerahan Rumah Layak Huni diperkuat.

Dalam praktiknya, Ramadan menjadi siklus implementasi sekaligus evaluasi capaian. Data 2.232 unit hingga 2025 menunjukkan kesinambungan program, bukan proyek insidental.

Selain pembangunan rumah, santunan kepada veteran, yatim piatu, dan kaum duafa juga disalurkan setiap Ramadan. Ribuan paket bantuan menjadi bagian dari distribusi tahunan.

Dengan pendekatan berbasis angka dan standar yang jelas, Rumah Layak Huni menjadi indikator konkret kemerdekaan Ramadan yang dijalankan melalui perencanaan, pendanaan, dan realisasi terukur.