Selasa, Juni 2News That Matters

Pendidikan Rasa Jadi Basis Kebijakan Karakter BINLAT Kediri

IndonesiaForward.net — Sebanyak 44 pelajar tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa mengikuti Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Karakter Jati Diri Bangsa Indonesia di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, kawasan historis yang merepresentasikan nilai pendidikan kebangsaan.

Pelatihan berlangsung intensif sejak pagi hingga malam hari. BINLAT dirancang sebagai respons strategis atas tantangan pembangunan sumber daya manusia di tengah bonus demografi. Fokus pembinaan diarahkan pada penguatan kesadaran batin dan penghayatan nilai sebagai fondasi karakter.

Ketua Pusat Pendidikan Rasa, Wawasan, dan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Suhartono, menyatakan seluruh fasilitator BINLAT telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
“Standarisasi penting agar pendidikan karakter berjalan sistematis dan dapat dievaluasi,” kata Suhartono, Selasa (30/12/2025).

Binlat Jati Diri Bangsa
Foto-foto: Kegiatan BINLAT Jati Diri Bangsa di Pesantren Jati Diri Bangsa, Kediri. (Istimewa)

Pendekatan Berbasis Nilai

BINLAT mengusung pendidikan rasa sebagai pendekatan utama. Model ini melengkapi pendidikan formal yang selama ini berorientasi pada aspek kognitif. Ketua Harian Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, R.M. Kushartono, S.E., menilai kebijakan pendidikan karakter harus menyentuh dimensi rasa kebangsaan.
“Pengetahuan tanpa kesadaran nilai tidak cukup membentuk pemimpin,” ujarnya.

Baca Juga :  Beras Analog Uwi Masuk Agenda Diversifikasi Pangan

Kerangka Pembinaan

Materi pembelajaran disusun berdasarkan tiga pilar: spiritual, intelektual, dan kultural. Rujukan utama berasal dari buku Jati Diri Bangsa: Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi Sang Mujadid Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan terbitan Organisasi Shiddiqiyyah bekerja sama dengan Kompas.

Dengan sistem monitoring lintas unsur, BINLAT diproyeksikan menjadi model kebijakan pendidikan karakter menuju Indonesia Emas 2045.***